26 December 2019, 02:30 WIB

BNI Syariah Siap Kucurkan FLPP Rp187 M


Fetry Wuryasti | Ekonomi

ANTARA
 ANTARA
BNI Syariah Siap Kucurkan FLPP Rp187 M

BNI Syariah siap menyalurkan KPR Sejahtera Syariah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp187,8 miliar pada 2020 setelah ditunjuk menjadi salah satu bank penyalur oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera).

Kepastian BNI Syariah menjadi penyalur FLPP ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama ­Operasional (PKO) Penyaluran FLPP Tahun Anggaran 2020 antara Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (BLU PPDPP) dengan Bank Pelaksana.

Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo berharap masuknya BNI Syariah sebagai bank pelaksana FLPP, bisa menambah portofolio pembiayaan konsumtif dan membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah.

Pada 2020, BNI Syariah menargetkan bisa menyalurkan pembiayaan KPR FLPP sebesar Rp187,8 miliar atau 1.750 unit. Diharapkan, kontribusi pembiayaan rumah subsidi FLPP terhadap total pembiayaan BNI iB Griya Hasanah dapat menyumbang proporsi sebesar 6%.

Untuk mencapai target ini, BNI Syariah sudah menyusun strategi di antaranya memprioritaskan segmen nasabah fix income berpenghasilan kurang dari Rp4 juta, pemasaran untuk daerah yang potensial dalam penyaluran FLPP, serta melakukan kerja sama khusus dengan developer yang telah bergabung dalam asosiasi.

“Penyaluran KPR FLPP BNI Syariah ini diutamakan untuk nasabah yang belum pernah memiliki rumah,” kata Abdullah melalui rilis yang diterima, Selasa (24/12).

Dalam acara penandatanganan PKO PPDPP dengan bank pelaksana penyalur KPR FLPP 2020 juga dilakukan launching Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (Sikasep).

Dengan ini, BNI Syariah wajib menggunakan sistem informasi yang dikembangkan PPDPP untuk kemudahan proses dan pelaporan terkait KPR bersubsidi.


Bank pelaksana

Sebanyak 37 bank pelaksana KPR FLPP yang ditunjuk peme-rintah, terdiri dari 10 bank nasional dan 27 bank pembangunan daerah.
Penunjukan bank pelaksana sebagai penyalur dana FLPP berdasarkan hasil evaluasi kinerja realisasi penyaluran dana FLPP sejak kuartal I-kuartal IV/2019.

Penunjukan bank penyalur dana pembiayaan FLPP itu dilakukan dengan mempertimbangkan unsur penilaian kinerja. Penilaian itu melalui proses verifikasi, hasil pemantauan lapangan terkait ketepatan sasaran, termasuk dukungan pelaksanaan host to host, serta indikator kinerja keuangan.

Pada 2020 pemerintah akan lebih fokus pada penyelenggaraan pembiayaan perumahan yang efisien dan efektif sekaligus memperhatikan kualitas bangunan rumah subsidi melalui pemanfaatan IT.

Pemerintah mengalokasikan anggaran dana FLPP senilai Rp11 triliun untuk 2020 yang terdiri dari Rp9 triliun dari daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) dan Rp2 triliun dari pengembalian pokok untuk 102.500 unit rumah. Nilai itu meningkat 38% dari target 2019.

Sampai dengan November 2019, outstanding pembiayaan properti BNI Syariah yaitu BNI Griya iB Hasanah di posisi Rp13,06 triliun dengan pertumbuhan 11% year on year. Hingga akhir tahun, diperkirakan pertumbuhan masih sekitar 11% secara year on year. (Try/E-3)

BERITA TERKAIT