25 December 2019, 20:11 WIB

Direktorat Keselamatan Transportasi Perlu Dibentuk Kembali


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

Mi/Adam Dwi
 Mi/Adam Dwi
pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno 

PENGAMAT transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno mengatakan pemerintah perlu untuk menghidupkan kembali Direktorat Keselamatan Transportasi Darat yang telah ditiadakan di Kementerian Perhubungan sejak dua tahun lalu.

Peniadaan Direktorat tersebut berdampak pada minimnya program dan anggaran untuk keselamatan di jalur darat. Hal itu menurut Djoko menunjukkan pemerintah masih kurang serius mengurusi keselamatan transportasi.

"Angka kecelakaan lalu lintas tidak pernah turun drastis. Sementara institusi yang fokus mengurusi keselamatan justru dihilangkan. Tinggal tunggu waktu kapan arisan nyawa melayang akan terjadi terus menerus di jalan raya," kata Djoko melalui keterangan tertulisnya yang diterima Media Indonesia, Rabu (25/12).

Pernyataan Djoko itu berkaitan dengan kecelakaan yang terjadi di Pagar Alam, Sumatera Selatan, Senin (23/12) di mana bus PO Sriwijaya jatuh ke jurang dan setidaknya 34 orang harus meregang nyawa.

Baca juga : Sanksi Membayangi PO Pemilik Bus Maut Sriwijaya

Djoko mengungkapkan, jika pemerintah ingin serius menurunkan angka kecelakaan seperti Korea Selatan yang berhasil menekan angka kecelakaan hingga 60% di 20 tahun terakhir, maka pemerintah perlu menaikkan status Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menjadi Badan Keselamatan Transportasi Nasional (BKTN) yang langsung dikomandoi oleh Presiden.

Sebab, imbuh Djoko, pemerintah belum berhasil menekan angka kecelakaan lalu lintas kecuali saat musim mudik lebaran. Pasalnya dilakukan operasi khusus seperti Operasi Ketupat, Operasi Lilin dan yang lainnya di saat itu.

"Jangan kompromi apalagi pungli terhadap keselamatan. Kemenhub harus menjadikan program keselamatan prioritas kerja dalam indikator kinerja utama (IKU)," imbuh Djoko

"Bukan sekedar ucapan tetapi butuh kenyataan. Keberhasilan kinerja Kementerian Perhubungan diukur tidak hanya dari pembangunan fisik semata, akan tetapi sistem yang diciptakan untuk menjaga keselamatan bertransportasi," tutupnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT