25 December 2019, 19:43 WIB

Sanksi Membayangi PO Pemilik Bus Maut Sriwijaya


Andhika Prasetyo | Ekonomi

Mi/Dwi Apriani
 Mi/Dwi Apriani
Bus Sriwijaya yang jatuh ke jurang di Pagar Alam, Sumatera Selatan

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi telah mengerahkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk menyelidiki penyebab kecelakaan maut Bus Sriwijaya di Pagar Alam, Sumatera Selatan, Senin (23/12).

Jika dalam penyelidikan itu KNKT menemukan adanya penyimpanganan dalam hal pengoperasian armada, perusahaan otobus terkait bisa dijatuhi hukuman.

Terkait sanksi apa yang akan dijatuhkan, Budi menyebut masih harus menunggu hasil penyelidikan terlebih dahulu.

"Sanksi tergantung dari kasusnya apa. Jika perusahaan tidak melakukan ramp check dan bus yang digunakan tak layak jalan, tentu akan ada tindakan hukum yang tegas," ujar Budi di Jakarta, Rabu (25/12).

Budi pun meminta dengan tegas kepada seluruh perusahaan otobus untuk mengedepankan keamanan dan keselamatan penumpang.

Baca juga : Korban Bus Sriwijaya Masuk Jurang Kembali Bertambah

"Saya minta operator dan juga sopir utamakan keamanan. Apalagi mereka membawa penumpang banyak," tuturnya.

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, hingga Rabu, sebanyak 34 orang meninggal dunia karena kecelakaan tunggal.

Kendaraan yang membawa lebih dari 50 penumpang tersebut melaju dari arah Bengkulu menuju ke Palembang.

Saat melewati tikungan Lematang Indah KM 9 kota Pagar Alam, bus menabrak dinding pembatas hingga masuk ke jurang sedalam kurang lebih 150 meter dan jatuh ke tengah aliran sungai Lematang. (OL-7)

BERITA TERKAIT