25 December 2019, 18:15 WIB

Trump Tanggapi Santai Ancaman "Hadiah Natal" dari Korea Utara


Melalusa Sushtira Khalida | Internasional

AFP/Nicholas Kamm
 AFP/Nicholas Kamm
presiden AS Donald Trump bersama istrinya Melania di resor pribadinya Mar-a-Lago, Florida, AS

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku tak mengkhawatirkan ancaman ‘hadiah Natal’ yang akan dikeluarkan Korea Utara (Korut).

Ia justru bergurau bahwa ‘hadiah Natal’ yang dimaksud, mungkin pemimpin Korea Utara Kim Jong Un hanya ingin mengiriminya vas bunga, dan bukan uji coba rudal balistik.

"Tidak apa-apa. Kita akan mencari tahu apa kejutannya dan kita akan mengatasinya dengan sangat sukses. Mari kita lihat apa yang terjadi,” ujar Trump dalam telekonferensi dengan pasukan AS di luar negeri pada Malam Natal, Selasa (24/12) waktu setempat.

“Mungkin ini hadiah yang bagus. Mungkin ini hadiah di mana ia mengirimi saya vas yang indah sebagai lawan dari tes rudal. Saya mungkin mendapat vas bunga. Saya mungkin mendapatkan hadiah yang bagus darinya (Kim Jong Un)," kelakar Trump di resor pribadinya di Mar-a-Lago, Florida, AS.

Namun kontras dengan kelakar Trump, beberapa ahli justru mengkhawatirkan ancaman ‘hadiah Natal’ yang dimaksudkan Korut ialah tes rudal balistik sesungguhnya.

Baca juga : Paus Fransiskus Pimpin Misa Malam Natal di Vatikan

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Senior Pusat Kepentingan Nasional yang berbasis di Washington D.C., Harry Kazianis, yang menyebut bahwa AS perlu berhenti berharap Korut hanya akan ‘menyerah’ begitu saja.

"Saya harap saya salah. Saya pikir Korea Utara akan menguji coba rudal balistik antarbenua (ICBM)," ungkap Kazianis kepada CNBC pekan lalu.

Ia menilai Korut akan kembali melancarkan uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) seperti 2017 lalu, dengan jangkauan 10.000 km yang mampu menjangkau wilayah AS dalam sekejap.

“Saya pikir Korea Utara sangat jelas bahwa mereka akan melakukan ini. Ini adalah ancaman yang harus kita tangani dengan serius," tambahnya.

Sementara itu, Profesor Ilmu Politik Massachusetts Institute of Technology (MIT), Vipin Narang, mengatakan, Kim Jong Un telah mencoba mengirimkan pesan retorik kepada Trump dengan menguji sejumlah besar rudal jarak pendek sepanjang musim panas maupun musim gugur.

Baca juga : Abu Sayyaf Telah Menculik 39 WNI Sejak tahun 2000

Menurutnya, pesan yang ditunjukkan Kim pada Trump tersebut sangat jelas dan lantang.

“Ini adalah kampanye tekanan maksimum Kim Jong Un pada Presiden Trump,” tuturnya.

Sebelumnya pada awal Desember, Korea Utara mengancam akan memberikan ‘hadiah Natal’ jika AS pada batas akhir tahun nanti tidak datang dengan tawaran konsesi baru bagi perundingan nuklir AS-Korut yang mandek.

Tidak jelas apa yang dimaksud dengan ‘batas’, namun dalam pidatonya April lalu, Kim mengatakan akan menunggu sampai akhir tahun ini agar pemerintahan Trump mengubah pendekatannya terhadap perundingan denuklirisasi dengan Pyongyang. (CNBS/CBS/OL-7)

BERITA TERKAIT