25 December 2019, 18:12 WIB

Hormati Ucapan Selamat Natal, MUI Ajak Umat Jaga Kerukunan


Syarief Oebaidillah | Humaniora

MI/Ramdani
 MI/Ramdani
Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid

SEHUBUNGAN adanya polemik yang terjadi setiap tahun pada peringatan Natal serta pengucapan Selamat Natal kepada umat yang beragama Kristiani,Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) menyerukan kepada umat Islam untuk menghormati perbedaan tersebut dan tetap menjaga kerukunan.

Hal tersebut dikemukakan Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid melalui keterangan tertulisnya kepada Media Indonesia, Rabu ( 25/12).

Zainut mengutarakan bahwa ada perbedaan pandangan para ulama dalam menilai masalah ini, sebagian ulama ada yang melarang dan sebagiannya lagi membolehkan. MUI Pusat sendiri , lanjut dia, belum pernah mengeluarkan ketetapan fatwa tentang hukumnya memberikan tahniah atau ucapan Selamat Natal kepada umat Kristiani yang merayakannya, sehingga MUI mengembalikan masalah ini kepada umat Islam untuk mengikuti pendapat ulama yang sudah ada sesuai dengan keyakinannya.

MUI menghormati pendapat ulama yang menyatakan bahwa mengucapkan selamat Natal itu hukumnya haram atau dilarang oleh agama. Hal itu didasarkan pada argumentasi bahwa mengucapkan selamat natal itu bagian dari keyakinan agamanya.

" Begitu juga sebaliknya MUI menghormati pendapat ulama yang menyatakan bahwa mengucapkan selamat Natal itu hukumnya mubah atau boleh dan tidak dilarang oleh agama, karena didasarkan pada argumentasi bahwa hal itu bukan bagian dari keyakinan agama tetapi sebatas memberikan penghormatan atas dasar hubungan kekerabatan, bertetangga, dan relasi antarumat manusia, " papar Zainut yang juga Wakil Menteri Agama ini

Dikatakan, MUI mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk arif dan bijaksana dalam menyikapi perbedaan pendapat tersebut dan tidak menjadikan polemik yang justru dapat mengganggu kerukunan dan harmoni hubungan interen maupun antarumat beragama.

" MUI berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk terus menjaga dan memelihara kerukunan dan persaudaraan (ukhuwah) diantara sesama anak bangsa. Baik persaudaraan keislaman (ukhuwah Islamiyah), persaudaraan atas dasar kemanusiaan (ukhuwah basyariyah) maupun persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathaniyyah). Demi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis, rukun, dan damai, " tandas Zainut.(OL-11)

BERITA TERKAIT