25 December 2019, 14:16 WIB

Soal Pelarangan Natal di Sumbar, Mahfud: Ramai di Medsos Saja


Hilda Julaika | Humaniora

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
 ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Menko Polhukam Mahfud MD

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menanggapi isu pelarangan perayaan Natal di beberapa daerah di Sumatra Barat. Menurutnya, kegaduhan ini hanya terjadi di media sosial (medsos) saja. Hingga saat ini, suasana Natal berjalan dengan baik.

"Sampai saat ini ya, secara umum situasinya baik, apa yang disebut diskriminasi di berbagai daerah itu hanya rame di medsos seperti yang terjadi di Sumatra Barat, itu kan medsos aja yang rame," ujar Mahfud di acara Open House Natal bersama Menko Luhut Binsar Pandjaitan, Jakarta, Rabu (25/12).

Baca juga: Markus Nari hingga Soetikno Soedarjo Rayakan Natal di KPK

Dia meminta bangsa Indonesia menyingkirkan pemikiran kontroversi terutama menyangkut keberagaman beragama. Bagi Mahfud, beragama merupakan bagian dari menempuh jalan kebaikan. Hal ini diterapkan melalui sikap toleransi dan menghargai.

"Beragama itu adalah menempuh jalan kebaikan. Kalau orang melaksanakan ajaran agama dan membiarkan orang lain melaksanakan ajaran agamanya dengan baik, itu pasti menimbulkan kebaikan," tegasnya.

Ia pun berpesan agar umat Islam bisa terus menjunjung keberagaman. Salah satunya dengan menghargai perayaan umat Nasrani saat Natal. Termasuk dengan tidak melakukan pelarangan ucapan Hari Raya Natal.(OL-5)

BERITA TERKAIT