25 December 2019, 10:16 WIB

Paus Fransiskus Pimpin Misa Malam Natal di Vatikan


Melalusa Susthira K | Internasional

PAUS Fransiskus memulai perayaan Natal bagi 1,3 miliar umat Katolik di seluruh dunia dengan memimpin Misa Natal di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Selasa (24/12) malam.

Ia menyampaikan di hari perayaan kelahiran Yesus Kristus, umat manusia diingatkan tentang Tuhan yang terus mencintai meskipun ada hal buruk yang pernah kita lakukan.

"Anda mungkin memiliki gagasan yang salah, Anda mungkin telah mengacaukan segalanya tetapi Tuhan terus mencintaimu," kata Paus Fransiskus, Selasa (24/12) malam.

Koresponden BBC mengatakan pernyataan Paus akan ditafsirkan oleh beberapa orang merujuk terhadap kasus skandal seks di Gereja, termasuk pelecehan seksual oleh rohaniwan.

Di samping itu, jemaah dari seluruh dunia berkumpul di kota Bethlehem, tempat kelahiran Yesus berdasarkan kitab suci Injil. Ribuan warga nasrani Palestina dan pelancong mancanagera lain pun ikut berkumpul di kota kecil Tepi Barat yang diduduki Israel. Perayaan Misa malam Natal berlangsung di dalam maupun di sekitar Gereja kelahiran Yesus di Betlehem.

Uskup Katolik Roma senior di Timur Tengah, Uskup Agung Pierbattista Pizzaballa, tiba dari Yerusalem untuk memimpin misa. Pizzaballa yang harus melewati penghalang pemisah Israel untuk sampai ke Betlehem, mengatakan 2019 adalah masa yang sulit tetapi ada alasan untuk berharap.

"Kami melihat pada periode ini kelemahan politik, masalah ekonomi yang sangat besar, pengangguran, masalah dalam keluarga," terang Pizzaballa setibanya di Betlehem.

"Di sisi lain, ketika saya mengunjungi keluarga, paroki, komunitas, saya melihat banyak komitmen untuk masa depan. Natal adalah bagi kita untuk merayakan harapan,” sambungnya.

Baca juga: KBRI Vatikan akan Gelar Misa Syukur untuk Kardinal Suharyo

Sementara itu, pandu marching band Palestina berpawai selama perayaan Natal di luar Gereja Kelahiran, dekat dengan Manger Square yang dihiasi pohon Natal raksasa.

"Gereja itu indah dan menghadirkan apa yang kita ketahui di dalam Alkitab. Semuanya sangat bermakna," ungkap seorang turis asal Amerika Serikat (AS) yang mengunjungi Betlehem, Laneda.

Kerumunan massa di sekitar Gereja Kelahiran mulai berangsung sepi ketika ditutup bagi wisatawan pada malam menjelang Misa Natal, Selasa (24/12) malam.

Perayaan Natal di Betlehem tahun ini juga disokong oleh kembalinya sebuah potongan kecil kayu yang diyakini merupakan palungan Yesus saat lahir. Fragmen kayu tersebut sebelumnya diberikan sebagai hadiah kepada Paus Theodore I di Roma pada 640. Fragmen kayu itu telah berada di Eropa selama lebih dari 1.300 tahun sebelum akhirnya dikembalikan ke tempat asalnya di Tanah Suci, Betlehem, November lalu.

"Kami memuliakan pusaka itu karena (itu) mengingatkan kita akan misteri inkarnasi, pada kenyataan putra Allah lahir dari Maria di Betlehem lebih dari 2.000 tahun yang lalu," ujar kepala Penjaga Tanah Suci, Pastor Francesco Patton, kepada AFP.

Jumlah umat Kristiani dari Jalur Gaza yang datang ke Betlehem dan Yerusalem lebih sedikit ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Penasihat Pemimpin Gereja di Tanah Suci, Wadie Abunassar, mengatakan hal tersebut dikarenakan Israel hanya memberikan izin yang diterbitkan Koordinator Aktivitas Pemerintah di Perbatasan Israel (COGAT) kepada sekitar 300 dari sekitar 900 warga Gaza di Palestina yang mendaftar.

Wilayah Palestina di Tepi Barat dan Gaza dipisahkan oleh tanah Israel, dan untuk dapat menyeberangi di antaranya membutuhkan izin yang sulit didapat. (AFP/OL-5)

BERITA TERKAIT