25 December 2019, 06:15 WIB

Rusia Bebaskan 24 Nelayan Jepang di Pulau Sengketa


Willy Haryono | Internasional

RUSIA membebaskan 24 nelayan Jepang beserta kapal mereka pada Selasa 24 Desember 2019. Puluhan nelayan itu ditahan Rusia atas tudingan menangkap gurita melebihi kuota yang diizinkan di perairan sekitar deretan pulau sengketa.
 
Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Jepang mengonfirmasi bahwa lima kapal nelayan telah meninggalkan pelabuhan di Pulau Kunashiri. Kunashiri merupakan satu dari empat pulau di Kepulauan Kuril yang kepemilikannya diperebutkan Rusia dan Jepang.
 
Uni Soviet merebut Kepulauan Kuril yang terletak di utara Hokkaido, Jepang, di hari-hari terakhir Perang Dunia II. Sejak saat itu, Rusia mempertahankan Kepulauan Kuril dengan meningkatkan kehadiran personel militer.

Lima kapal nelayan Jepang disita Rusia pekan lalu. Penahanan dilakukan usai sebuah inspeksi oleh Rusia menemukan fakta bahwa gurita yang ditangkap 24 nelayan Jepang melebihi kuota di bawah perjanjian tahun 1988.
 
Kamis kemarin, menteri luar negeri Rusia dan Jepang mendiskusikan insiden penahanan tersebut. Keduanya juga berusaha mencari terobosan atas sengketa berkepanjangan di Kepulauan Kuril.
 
Menurut laporan media NHK, sebuah pengadilan Rusia memerintahkan 24 nelayan Jepang untuk membayar total denda 11 juta yen (Rp1,4 miliar).
 
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri Jepang Shinzo abe telah puluhan kali bertemu sejak 2013. Keduanya terus membicarakan masalah sengketa Kuril. Masalah sengketa pulau menghambat kedua negara dalam menandatangani perjanjian damai untuk mengakhiri PD II secara resmi.
 
Tokyo tetap berkukuh memiliki kedaulatan atas Kepulauan Kuril, atau disebut Wilayah Utara oleh Jepang. Sentimen nasional Rusia dan Jepang membuat konsesi atas Kuril sulit terwujud.(Medcom/OL-12)

 

BERITA TERKAIT