24 December 2019, 19:56 WIB

Penerapan ISO 26000:2013 Jadi Syarat Utama di ICA 2019


Ghani Nurcahyadi | Humaniora

Dok. CFCD
 Dok. CFCD
peluncuran ICA 2019

CORPORATE forum for Community Development (CFCD) bersama Badan Standardisasi Nasional dan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan akan kembali menggelar ajang Indonesia CSR Awards (ICA) ke-6 pada 2020 mendatang.

Ketua Steering Committe ICA ke-6 Sarwat Fardaniyah mengatakan, ajang yang digelar setiap 3 tahun sekali itu, akan memiliki parameter penilaian yang lebih ketat tahun depan.

"Selain mulai menerapkan standart SNI ISO 26000:2013, ICA 2020 dalam penilaiannya terhadap puluhan perusahaan yang berpartisipasi, juga berdasarkan triple bottom line yang meliputi lingkungan, sosial, dan ekonomi" papar Sarwat Fardaniyah dalam keterangan resminya.

Semenjak pertama kali Indonesia CSR Awards digelar pada 2005 lalu, jumlah perusahaan yang turut berpartisipasi untuk mengikuti lomba juga terus bertambah.

Jika pada 2008 ada sebanyak 23 perusahaan, pada 2014 jumlah perusahaan yang berpartisipasi pada ICA ke-6 mencapai 33 perusahaan dan 1 lembaga.

Baca juga : Dukung Masyarakat Sehat, PT KNI Gelar Program Germas di Bontang

Pada ICA ke-6 di tahun depan, Sarwat berharap jumlah perusahaan yang berpartisipasi terus meningkat karena dipastikan memang banyak peraturan yang mengikat agar perusahaan melakukan giat CSR secara lebih baik.

Pelaksanaan Indonesia CSR Award yang ke-6 menurut Ketua Komite CSR merangkap Ketua Komite Penilai Hardinsyah MS juga semakin baik yang ditandai dengan jumlah tim penilai yang semakin banyak.

Tim penilai berjumlah 17 orang untuk mengurangi subjektivitas atau bias dalam menilai sebuah perusahaan.

Semenjak t2017 lalu, lanjut Hardiansyah, tim penilai juga mulai menerapkan siste online sehingga berbagai data yang dimiliki oleh sebuah perusahaan yang turut berpartisipasi dalam ICA 2020 dimiliki oleh tim penilai tidak hanya dalam bentuk hard copy saja.

Deputi Bidang penerapan standart dan penilaian kesesuaian BSN Zakiah berharap SNI ISO 26000 memang dijadikan panduan dalam melaksanakan tanggung jawab sosial dari masing-masing perusahaan.

"Peran serta aktif dari berbagai perusahaan yang turut berpartisipasi dalam ICA ke-6 untuk memberi masukan dalam penyusunan standar internasional maupun perbaikannya penting dilakukan bagi penyempurnaan ISO 26000 itu sendiri," jelas Zakiah.

Baca juga : Khitanan Masal Jadi Aksi Perdana Esokhari.id di Indonesia

Kembali digelarnya ICA yang ke-VI yang difasilitasi oleh CFCD mendapat dukungan dari PT Kideco Jaya Agung dan PT Kaltim Prima Coal (KPC) sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pengadaan batu bara.

Menurut First Manager CSR dari PT Kideco Jaya Agung  Surianto, pihaknya merasa beruntung dengan digelarnya event ICA ke-1 hingga ICA ke-6 yang dinilainya bisa mendorong dunia usaha menjadi lebih baik karena akan berupaya memenuhi target-target yang dicantumkan dalam ISO 26000.

"ICA adalah sebuah event yang men-endorse banyak perusahaan diberbagai bidang untuk bisa melaksanakan berbagai program secara baik dan benar demi terwujudnya SDG's atau tujuan pembangunan yang berkelanjutan," papar Suriyanto.

Hal senada juga dikemukakan oleh Act. GM ESD dari PT KPC Louise Passireron yang menganggap bahwa Indonesia CSR Awards sebagai sebuah ajang yang prestisius dan tidak sembarangan yang bisa diikuti oleh semua perusahaan.

"Sebagai salah satu peserta yang pernah mengikuti perhelatan ICA semenjak 2005 lalu, kami melihat kriteria berbagai penilaian terus ditambah sehingga semakin menambah bobot dari ICA yang digelar setiap tiga tahun," tutup Louise. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT