24 December 2019, 19:55 WIB

Tidak Bisa Ibadah, Jemaat Katolik Bulukumba Pindah Misa Natal


Lina Herlina | Nusantara

SEDIKITNYA 200 jemaat Katolik di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, tidak bisa merayakan Natal di rumah ibadah sementara atau pastoral yang mereka miliki.

Pasalnya, warga Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu, tiba-tiba tidak memberikan persetujuan untuk ibadah. Dan itu dibenarkan Ketua Panitia Natal Jemaat Katolik Bulukumba, Antony Chusmond, saat dimintai konfirmasi, Selasa (24/12).

"Beberapa hari lalu, sebelum rangkaian ibadah Natal digelar, ada isu soal pembubaran paksa oleh sekelompok orang," aku Antony yang akhirnya memilih mengikuti misa Natal di Kota Makassar.

Meski demikian, ungkap Antony, Pemerintah Kabupaten Bulukumba, dalam hal ini Wakil Bupati Bulukumba Tommy Satria, sebenarnya sudah bergerak cepat, mengumpulkan berbagai pihak, termasuk panitia Natal jemaat Katolik di Ruang Rapat Wakil Bupati Bulukumba, Senin (23/12) kemarin.


Baca juga: Jelang Malam Natal, Polisi Sterilisisasi Gereja


"Hasil pertemuannya, Pemkab menyiapkan dua opsi tempat dengan alasan keamanan, yaitu Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba dan Gedung PKK Kabupaten Bulukumba untuk digunakan jemaat Katolik melakukan ibadah misa Natal," ungkap Antony.

Persoalannya lanjut Antony, panitia sebenarnya sudah mengantongi rekomendasi dari Bupati Bulukumba soal perayaan Natal bersama di Rumah Pastoral di Jalam Wahidin Sudirohusodo. Bahkan sudah didekorasi sedemikian rupa untuk menyambut Natal.

"Karena tidak mungkin dipindah secara mendadak, panitia akhirnya memutuskan tidak ada perayaan Natal bersama tahun ini," tegas Antony, sekaligus menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang memberi opsi pindah tempat ibadah.

Selain Antony, jemaat lain bernama Chris memilih misa Natal di kabupaten tetangga mereka seperti Bantaeng dan Sinjai. (OL-1)

BERITA TERKAIT