25 December 2019, 04:10 WIB

Ekuador Berjuang Atasi Tumpahan Minyak di Galapagos


Arpan Rahman | Internasional

TUMPAHAN 600 galon minyak jenis disel/solar di lepas pantai Kepulauan Galapagos telah memicu respons massa. Otoritas setempat berusaha keras mengatasi masalah ini, demi melindungi ekosistem di sekitar kepulauan.
 
Sejumlah pejabat Ekuador mengatakan lebih dari 600 galon bahan bakar minyak berada di sebuah kapal tongkang yang tenggelam di lepas pantai Pulau San Cristobal. Kapal itu tenggelam setelah tertimpa sebuah alat derek yang sedang melakukan bongkar muat galon BBM.
 
Belum diketahui pasti berapa banyak minyak yang tumpah dari muatan di kapal tongkang tersebut. Insiden tumpahan minyak terjadi di perairan yang dinyatakan sebagai salah satu situs warisan dunia versi UNESCO.


Deretan foto dari lokasi kejadian memperlihatkan perairan yang biasanya berwarna biru berubah hitam. Otoritas Ekuador berusaha keras membersihkan tumpahan tersebut.
 
Dilansir dari Independent, Selasa 24 Desember 2019, Presiden Ekuador Lenin Moreno mendeklarasikan status darurat untuk wilayah tumpahan minyak. Namun ia menegaskan bahwa pihaknya mampu menangani masalah ini.
 
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Ekuador Raul Ledesma Huert, mengklaim telah menerapkan langkah-langkah berkesinambungan untuk membatasi risiko lanjutan terhadap biosfer Galapagos. Salah satu langkah yang diambil adalah mengerahkan sejumlah kain penyerap, untuk menyerap sebanyak-banyaknya tumpahan minyak.
 
Lebih dari 20 persen hewan laut yang berada di perairan Galapagos tidak ditemukan di wilayah lain. Perairan tersebut juga merupakan tempat tinggal bagi satu-satunya iguana air dan juga satu spesies penguin.
 
Galapagos telah berhasil selamat dari insiden tumpahan minyak. Pada 2011, tumpahan 243 ribu galon minyak disebut-sebut sebagai bencana terbesar dalam sejarah Galapagos.
 
Tumpahan minyak saat itu berujung pada kematian sekitar 62 persen populasi iguana di Pulau Santa Fe. (Medcom/OL-12)

BERITA TERKAIT