24 December 2019, 18:06 WIB

Lima Pelaku Illegal Logging di Bimas, Ditangkap


Yusuf Riaman | Nusantara

Antara
 Antara
Illegal logging

APARAT gabungan Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat tangkap lima orang terduga pelaku illegal logging serta menyita sekitar 222 batang kayu, kemarin.

Kelima oknum yang sudah diamankan di Polres Kabupaten Bima dengan inisial As (43), Bu (42), As (32), Nu (32) dan Sa (35), namun dua orang terduga berhasil melarikan diri.

Mereka diamankan tim gabungan yang terdiri dari unsur Kodim 1608/Bima, Polsek Monta, KPH dan intansi terkait.

Patroli gabungan dipimpin Danramil 1608-07/Monta, Mayor Inf Saharudin Syaharudin dibagi menjadi dua tim yakni tim satu dipimpin Danramil Monta bersama anggota Polsek dan instansi lainnya dengan sasaran Desa Kuta dan Desa Paradowane dan tim dua dipimpin Danki A Yonif 742/SWY Kapten Inf Satria Perkasa Bahar dengan sasaran Desa Kanca Kecamatan Parado.

Dari patroli tersebut, aparat gabungan berhasil mengamankan lima orang terduga pelaku pembalakan liar bersama barang bukti berupa unit mobil pick up, mesin senso dan 222 batang kayu.

Namun aparat sempat dihadang oleh masyarakat Desa Kanca Kecamatan Parado dengan menutup ruas jalan di desa setempat karena memprotes penangkapan lima warga terduga pelaku illegal logging.

Komandan Kodim 1608/Bima Letnan Kolonel Inf Bambang Kurnia Eka Putra saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. Patroli dilakukan dengan harapan hutan dan lingkungan terselamatkan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Ini harus menjadi atensi kita bersama dengan melakukan upaya penyelamatan hutan dengan melibatkan seluruh stakeholder, instansi terkait bahkan seluruh komponen masyakarat harus ikut berperan aktif dalam menjaga hutan," ujar Dandim.

Terpisah, Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan terkait dengan pengamanan hutan, Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Doni Monardo beberapa hari lalu melakukan peninjaun di Parado, dan di sana terjadi penggundulan hutan yang luar biasa.

"Ini sangat mengkhawatirkan akan keselamatan hutan dan membahayakan kehidupan manusia karena sekitar 8000 hektar kawasan hutan sudah rusak," sebut Danrem.

Danrem menyebutkan, dampak pembalakan liar, debet air menjadi sangat berkurang dan terjadi pendangkalan.

"Dulu di sana ada air terjun dan sekarang tidak ada tetesan air sama sekali," ujarnya (OL-11)

BERITA TERKAIT