24 December 2019, 17:32 WIB

IHSG Berpeluang Menguat, Analis Sebut Rawan Aksi Ambil Untung


Ihfa Firdausya | Ekonomi

Antara/Reno Esnir
 Antara/Reno Esnir
Layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia 

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang konsolidasi menguat di akhir tahun ini. Beberapa faktor global turut mendorong penguatan tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Analis sekaligus Direktur PT. Anugerah Mega Investama Hans Kwee. Menurutnya, optimisme pasar dunia menguat setelah ada tanda positif dari perundingan dagang fase 1 Aemrika Serikat-Tiongkok.

"Tiongkok akan memangkas beberapa tarif impor barang AS pada 1 januari (sehingga) membuat pasar optimis," ujarnya kepada Media Indonesia, Selasa (24/12).

Selain itu, kesepakatan Brexit di Inggris turut memengaruhi pasar global.

"PM Inggris Boris Johnson mendapat persetujuan kesepakatan Brexit (sehingga) menghindarkan potensi hard Brexit. Ini faktor pendorong IHSG berpeluang konsolidasi menguat," jelasnya.

Baca juga : Fenomena Akhir Tahun Picu Meroketnya IHSG

Namun, potensi aksi ambil untung (profit taking) para pelaku pasar berpeluang menekan IHSG.

"Pasar diwarnai potensi aksi ambil untung menyusul kenaikan yang tinggi dari awal Desember," katanya.

Sebelumnya pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG ditutup positif pada level 6.305,91 atau naik 0,34% dari penutupan sebelumnya sebesar 6.284,37.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia William Mamudi memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berada di kisaran 6.300 sepanjang akhir tahun ini.

"IHSG melanjutkan uptren dari flip level 6,150 dan kini uji resisten mayor 6,300. Kami perkirakan market akan berkonsolidasi di kisaran area ini di penghujung tahun," katanya dalam analisis hariannya kemarin (23/12). (OL-7)

BERITA TERKAIT