24 December 2019, 17:17 WIB

Stafsus Presiden Jadi Sosok Inspiratif di Kampanye Sania


Ghani Nurcahyadi | Humaniora

STAF Khsuus Presiden bidang sosial dan disabilitas Angkie Yudistia meraih apresiasi dari produsen bahan makasan, Sania dalam malam apresiasi #BerbagiKebaikan di Jakarta, Sabtu (21/12) malam.

Penghargaan itu diberikan Sania kepada Angkie berkat aktivitas berbaginya di Thisable.id yang didirikannya. Sosok Angkie yang juga seorang penyandang disabilitas dinilai memberikan inspirasi kebaikan bagi orang lain.

Marketing Manajer Sania Nur Islam Rialen mengatakan, malam penghargaan #BerbagiKebaikan memberikan penghargaan bagi individu dan organisasi yang melakukan upaya penyebaran konten positif di media sosial.

Selain Angkie, ada juga Paulus Wiratno pendiri Yayasan Mercy Indonesia yang pada awal berdiirnnya fokus pada pengungsi Timor Timur dan kini telah memiliki 12 panti asuhan dan 3 tempat pelatihan. Penghargaan sosok inspiratif juga diberikan pada pegiat media sosial Edho Zell yang mendirikan Warteg Gratis lewat laman kitabisa.com

Di sisi lain, Sania juga memberikan penghargaan sosok inspiratif kesehatan dan perempuan kepada Meta Hanindita dan Diah Kusumawardani Wijayati.

Baca juga : Gunakan Dana Desa Berdayakan Perempuan

Meta merupakan dokter spesialis anak sub spesialis nutrisi yang mengedukasi para orangtua agar memberi makanan bergizi untuk anak agar anak Indonesia tidak lagi kekurangan gizi dan stunting. Sedangkan Diah merupakan founder yayasan tari dan musik Yayasan Belantara Budaya Indonesia yang membawahi 7 sekolah tari dan musik gratis di Jakarta, Bandung dan Nusa Tenggara Timur.

"9 local heroes terpilih beserta beberapa loyal fans Sania dari seluruh Indonesia kami beri penghargaan. Seluruh penerima penghargaan juga diberi fasilitas menginap di hotel berbintang 5 selama 2 hari satu malam sebagai apresiasi dari Sania.” kata Nur Islam Rialen dalam keterangan tertulisnya.

Di luar para sosok individual, Sania juga memberikan penghargaan untuk doctorSHARE, organisasi kemanusiaan yang fokus pada akses pelayanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan  untuk orang-orang tidak mampu, dan yang tidak mempunyai Jaminan Kesehatan  karena masalah administrasi kependudukan.

Juga mereka yang terjebak dalam bencana alam, epidemi, dan kekurangan gizi.Satu organisasi inspiratif lainnya, adalah Yayasan Sayap Ibu, lembaga pencari dan usaha penyantunan anak terlantar termasuk melaksanakan pengangkatan anak.

“Kami berharap bahwa kedepannya kampanye #BerbagiKebaikan bisa memiliki dampak yang lebih besar lagi. Sehingga, aksi ini bisa melahirkan banyak sosok inspiratif yang bisa mendorong orang untuk berbuat baik dan pada akhirnya akan diapresiasi kembali oleh Sania.” Tutup Nur Islam yang biasa disapa Nuri itu. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT