24 December 2019, 22:30 WIB

Manfaat Kaldu Tulang Sapi untuk Kesehatan


Raka Lestari | Humaniora

Ilustrasi
 Ilustrasi
Kaldu tulang

KALDU  yang berasal dari tulang sapi atau ayam terkadang dibuang begitu saja atau ditambahkan sebagai penambah citarasa makanan. Namun ternyata, manfaat kaldu tulang tidak hanya sebatas meningkatkan cita rasa makanan saja. Mengonsumsi kaldu yang berasal dari tulang sapi atau ayam juga bisa bermanfaat bagi kesehatan.
 
Berikut adalah beberapa manfaat dari kaldu tulang untuk kesehatan, seperti dilansir womenshealthmag:
 
Mengandung nutrisi

“Pada umumnya kaldu mengandung beragam vitamin dan mineral, seperti potasium, fosfor, kalsium, dan magnesium,” kata ahli diet Alissa Rumsey, RD.
 
“Meskipun mengandung banyak nutrisi, kaldu tulang tidak bisa dijadikan obat untuk semua penyakit,” tambah Rumsey.
 
Rendah kalori

 
“Anda bisa menggunakan kaldu tulang sebagai bahan untuk membuat sup rendah kalori,” kata Keri Gans, RD, penulis buku The Small Change Diet.
 
Namun menurut Gans, setiap kaldu tulang berbeda-beda dan secara umum kaldu tulang mengandung sekitar 35-85 kalori per cangkir.
 
Meningkatkan kesehatan persendian

 
“Kaldu tulang dapat bermanfaat bagi tulang rawan dan otot dibandingkan hanya mengonsumsi asam amino saja,” kata Angelone. Sebagai hasilnya, mengonsumsi kaldu tulang dapat membantu menjaga persendian Anda lebih sehat.
 
Meningkatkan asupan protein
 
Tentu Anda sudah mengetahui bahwa protein sangat penting bagi tubuh Anda. Protein sangat penting untuk menjaga tulang, otot, tulang rawan, kulit, dan darah. “Meskipun kaldu tulang bukanlah sumber protein terbaik seperti daging itu sendiri, Anda tetap bisa mendapatkan manfaatnya meskipun dalam jumlah kecil,” kata Rumsey.
 
Baik untuk sistem imun
 
“Meskipun hubunganya tidak langsung, protein yang terkandung dalam kaldu tulang dapat memperkuat sistem imun dengan membantu produksi antibodi yang baik untuk sistem imun tubuh Anda,” ujar Angelone.
 
Antibodi merupakan salah satu bahan utama yang dapat melawan penyakit yang masuk ke dalam tubuh.  (Medcom/OL-12)

BERITA TERKAIT