24 December 2019, 05:40 WIB

Mentan Dorong Petani Sumsel Manfaatkan Teknologi


DW/E-3 | Ekonomi

MI/Dwi Apriani
 MI/Dwi Apriani
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (tengah) bersama anggota Komisi IV DPR Riezky Aprilia (kiri) menaiki traktor.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyerukan para petani di Sumatra Selatan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus untuk menyukseskan Sumsel sebagai gerbang ekspor beras.

“Saya mengucurkan sekitar Rp30 miliar di Sumsel untuk bantuan di bidang pertanian. Baik untuk benih, pupuk NPK, maupun traktor. Namun, bukan ini yang saya mau. Saya ingin petani juga berorientasi untuk meningkatkan produktivitas beras dengan memperbarui peralatan teknologi pertanian,” kata Mentan seusai tebar benih padi di Desa Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, kemarin.

Menurut Syahrul, jika petani masih menggunakan teknologi dan alat penggi­ling tradisional, banyak beras yang patah. Namun, dengan teknologi baru dan peralatan modern, hasil produksi beras akan semakin meningkat dan menjadikan kualitas beras lebih baik.

Sebagai menteri pertanian, ia mengaku tak cepat puas jika bicara soal kinerja meskipun capaian target kinerja tahun ini sudah terlampaui. Namun, target hanya sebagai titik awal untuk mengukur karena masih ada banyak yang harus dilakukan agar lebih maksimal. Tahun ini ada kondisi El Nino sehingga kemarau panjang dan berdampak pada produktivitas sektor pertanian.

“Akhir Desember-Januari, kita kerja agar Maret mendatang Indonesia mempunyai stok cadangan yang cukup,” ujarnya.

Terkait tekad Sumsel menjadi gerbang ekspor beras, Mentan berharap komitmen itu bisa dijalankan dengan baik dan maksimal, yaitu dengan meningkatkan varietas, cara tanam, mekanisasi, dan pengetahuan petani.

Menurut Syahrul, Sumsel mempunyai lahan yang sangat bagus dan pemerintah akan semaksimal untuk menjadikan provinsi ini bagian yang menghidupkan Indonesia dalam kepentingan pangan.

Gubernur Sumsel, Herman Deru, mengatakan hasil produksi pangan di Sumsel sudah mendekati 6 juta ton beras per tahun. “Kita sangat surplus. Pada 2017, kita rangking 8, dan 2019 kita rangking 5. Target kita tentu di rangking satu. Kita sepatutnya bersyukur ditunjuk sebagai provinsi pertama yang ekspor pangan di Indonesia,” katanya.

Dia mengatakan, selain Banyuasin, daerah lainnya yang diutamakan menjadi sumber ekspor beras ialah Ogan Omering Ulu Timur. (DW/E-3)

BERITA TERKAIT