24 December 2019, 04:30 WIB

Transportasi Massal Dongkrak Harga Properti


Try/S-5 | Ekonomi

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
 ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Aktivitas petugas taman dengan latar belakang deretan apartemen di kawasan Jakarta Barat.

KEBERADAAN koridor transportasi baru atau terjadinya perubahan sistem transportasi massal di dalam kota bakal meningkatkan potensi investasi pro­perti pada suatu wilayah.

Hal itu seperti terlihat dari data Property Index pasar properti DKI Jakarta yang menunjukkan tren kenaikan, setelah sempat stagnan setahun terakhir. Berdasarkan Rumah.com Property Index, indeks harga properti di DKI Jakarta berada pada angka 131,0 pada kuartal ketiga 2019.

“Data kenaikan menurut Rumah.com Property Index ini jauh di atas rata-rata kenaikan per kuartal sepanjang 2018 sebesar 0,2%,” ungkap Country Manager Rumah.com, Marine Novita, melalui siaran persnya, pekan lalu.

Data Rumah.com Pro­perty Index merupakan hasil analisis dari 400 ribu listing properti yang dijual dan disewa dari seluruh Indonesia dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan serta diakses lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.

Marine mengatakan, menggeliatnya harga pro­perti di DKI Jakarta, terutama pada kuartal ketiga 2019, tidak lepas dari perkembangan infrastruktur transportasi umum massal.

Setelah MRT resmi beroperasi pada April 2019, dilanjutkan uji coba operasional LRT Jakarta rute Velodrome-Kelapa Gading pada Juni 2019, di wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan Pulomas serta Rawamangun di Jakarta Timur yang kini telah beroperasi secara komersial.

“Mulai beroperasinya LRT Jakarta rute Velodrome-Kelapa Gading ini akan mendongkrak harga properti lantaran meningkatkan konektivitas, akses masyarakat, serta mengurangi waktu perjalanan. Walaupun baru memiliki rute sepanjang 5,8 kilometer, dengan mulai berope­rasinya LRT Jakarta ini, investasi properti di sekitar Rawamangun, Pulomas, dan Kelapa Gading akan ikut terkerek naik,” jelas Marine.

Hal ini sejalan dengan hasil survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H2 2019 yang menunjukkan kedekatan dengan transportasi publik menempati posisi teratas sebagai faktor penting untuk membeli properti, yakni sebanyak 71% res­ponden survei memilih hal tersebut.

Selain kedekatan dengan transportasi publik, pertimbangan lainnya yang jadi pilihan responden ialah jarak ke tempat kerja atau kantor sebesar 57%, kemudian lingkungan yang ramah anak sebesar 41%, dan kedekatan ke sarana kesehatan seperti rumah sakit sebesar 37%. (Try/S-5)

BERITA TERKAIT