23 December 2019, 21:30 WIB

Tower RRI Ambruk Disebut karena Faktor Alam


Tri Subarkah | Megapolitan

DIREKTUR Layanan dan Pengembangan Usaha Radio Republik Indonesia, Anhar Achmad, mengkalim bahwa ambruknya menara Base Transceiver Station (BTS) milik RRI yang terjadi Minggu (22/12) sore karena faktor alam.

"Ini adalah musibah, karena kejadiannya ini di saat hujan deras, petir bersahut-sahutan, angin puting beliung maka terjadilah tower ini roboh," kata Anhar saat ditemui di lokasi, Senin (23/12).

Pernyataan Anhar sekaligus mematahkan adanya dugaan human error yang menjadi penyebab menara tersebut ambruk. Oleh sebab itu, menurutnya, warga yang rumahnya terkena imbas tidak menuntut macam-macam.

"Ini bukan human error, ini masalah alam. Silahkan salahkan Yang Maha Kuasa, berani nggak? Kalau situ berani salahkan yang Maha Kuasa, monggo. Kita hujat Allah, berani? Saya nggak berani. Kita hamba yang lemah," ujarnya.


Baca juga: Penyelundupan Narkotika via Bandara Soeta makin Marak


Pantauan Media Indonesia pada Senin sore, beberapa pekerja sedang mengevakuasi kerangka menara yang melintang di Jalan Antene VII, Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Anhar mengkui proses evakuasi tidak dapat berjalan dengan cepat. Namun, ia tidak dapat memastikan kapan proses evakuasi selesai.

"Saya mau satu jam selesai, tapi ini kan kerja berat. Jadi estimasinya itu pokoknya sesegera mungkin. Ini kan mereka sudah bekerja buka baut, 25 orang sekaligus kita bekerja," terangnya.

Adapun proses evakuasi tidak dilakukan dengan alat berat. Menurut Anhar, proses evakuasi dengan alat berat justru akan menimbulkan dampak yang lebih besar lagi.

"Karena kondisi jatuhnya di rumah-rumah warga. Kalau salah pengangkatan, malah jatuh lagi. Berdampak kepada yang lebih buruk," pungkas Anhar. (OL-1)

 

 

BERITA TERKAIT