23 December 2019, 18:21 WIB

Kejagung Akan Panggil 20 Saksi Terkait Kasus Jiwasraya


M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum

ANTARA/GALIH PRADIPTA
 ANTARA/GALIH PRADIPTA
 Warga melintas di depan kantor Asuransi Jiwasraya di Jalan Juanda, Jakarta, Rabu (11/12). 

KEPALA Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Mukri, mengungkapkan akan memanggil sebanyak 20 orang saksi terkait kasus Jiwasraya. Pemanggilan saksi-saksi tersebut akan dikebut pada bulan Januari 2020.

"InsyaAllah setelah tahun baru ini kita (kejagung) akan running sekitar 20 saksi akan dipanggil terkait hal tersebut," Kata Mukri saat dihubungi, Senin (23/12).

Sayangnya Mukri tidak menyebutkan saksi-saksi yang akan dihadirkan dari pihak mana saja. Ditengarai Jiwasraya terlilit kasus gagal bayar yang mengakibatkan kerugian negara ditaksir mencapai Rp13,7 triliun.

"Saksinya dari mana saja nanti saja," Cetusnya.

Baca juga: Istana Bantah Lindungi Bekas Dirkeu Jiwasraya

Dalam pemanggilan tersebut Kejagung tetap mematuhi prosedur yang ada. Sesuai dengan Pasal 112 huruf b KUHAP jika saksi tiga kali tidak datang setelah pemanggilan maka akan dipanggil paksa.

"Proses ini terus berjalan pemeriksaan akan tetap berjalan. Sampai pada proses yang sudah baku lah sesuai dengan SOP ketika yang bersangkutan tiga kali dipanggil berturut-turut tidak datang kita akan upaya paksa," tandasnya.

Walau akan dikebut pada bulan Januari, saat ini Kejagung terus mengumpulkan alat bukti. 

"Saat ini belum sampai pada pemanggilan, saat ini masih dalam pengumpulan barang buktinya," Jelasnya. (A-4)

BERITA TERKAIT