23 December 2019, 17:51 WIB

BPJAMSOSTEK Buka Pelatihan Prakerja Bagi 400 Pekerja Blok Masela


mediaindonesia.com | Ekonomi

DOK BPJAMSOSTEK
 DOK BPJAMSOSTEK
   

Direktur Pengembangan Investasi BPJAMSOSTEK Amran Nasution, Direktur Kepesertaan BPJAMSOSTEK E Ilyas Lubis, Dirut Bank Maluku Malut Arief Burhanudin Waliulu, Wagub Maluku Barnabas Orno, Deputi Direktur Wilayah Sulawesi Maluku BPJAMSOSTEK Toto Suharto, menyerahkan secara simbolis kartu kepesertaan kepada 8.250 pekerja rentan di Provinsi Maluku.

-

BPJAMSOSTEK meresmikan pelatihan prakerja untuk 400 pekerja Blok Masela. Peresmian ini dihadiri langsung oleh Direktur Kepesertaan BPJAMSOSTEK E Ilyas Lubis, Direktur Pengembangan Investasi BPJAMSOSTEK Amran Nasution, Wakil Gubernur Provinsi Maluku Barnabas Orno, Direktur Utama Bank Maluku Malut Arief Burhanudin Waliulu, dan Presiden Direktur Fuji Bijak Prestasi Keizo Meikawa di Balai Latihan Kerja Maluku, Jumat (20/12).

Ilyas mengatakan, ini adalah tindak lanjut dari nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) Pelatihan Pra Kerja Bagi Para Calon Pekerja yang rencananya akan ditempatkan di proyek-proyek prakonstruksi Blok Masela. MoU ini telah ditandatangani bulan lalu. Pelatihan akan dilaksanakan selama 4 hari dan diikuti oleh 400 orang secara bertahap hingga Januari 2020.

“Kami mengambil peran dalam pembangunan Blok Masela ini untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkarakter dengan tema 'Pembinaan Kesiapan Bekerja di Perusahaan' serta meningkatkan kompetensi peserta pelatihan guna mendukungan Program Pemerintah 'SDM Unggul-Indonesia Maju',” jelasnya.

Blok Masela merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang melakukan penambangan gas abadi di mana perencanaan terhadap proyek ini telah memasuki pekerjaan prakonstruksi. Blok Masela diperkirakan akan menjadi investasi terbesar di Indonesia setelah Freeport yang diperkirakan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 78.000 orang sampai dengan proyek diselesaikan pada 2027. Proyek ini akan meningkatkan cadangan migas Indonesia sampai dengan 300% dari posisi saat ini.

Dalam pelaksanaan pelatihan, BPJAMSOSTEK bekerja sama dengan PT Fuji Bijak Prestasi. Perusahaan tersebut juga direkomendasikan oleh pemprov untuk memberikan pelatihan dan penempatan tenaga kerja terlatih serta pembuatan sistem dan sertifikasi kompetensi sumber daya manusia.

“Setelah seluruh pelatihan selesai, peserta akan disalurkan kepada perusahaan yang membutuhkan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Maluku,” tambah Ilyas.

Peserta dalam pelatihan ini adalah peduduk setempat yang berasal dari 11 Kabupaten. Yaitu Kab Buru, Kota Namlea, Kab Buru Selatan, Kota Namlea, Kab. Kepulauan Aru Kota Dobo, Kab. Maluku Barat Daya Kota Tiakur, Kab. Maluku Tengah Kota Masohi, Kab. Maluku Tenggara Kota Langgur, Kab. Kepulauan Tanimbar Kota Saumlaki, Kab. Seram Bagian Barat Kota Piru, Kab. Seram Bagian Timur Kota Bula, Kota Ambon, dan Kota Tual.

Sementara itu untuk modul yang akan diterima adalah LPK & Program Magang, Dasar-Dasar UU Ketenagakerjaan, Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Etika di Perusahaan, Disiplin di Perusahaan, Horenso, Environment Awarness (5S), Safety Awarness (K3), Teamwork, Matematika Dasar, Teknik Interview, Spiritual Basic Mentality, dan Ketahanan/Olah Fisik. Sebanyak 20 orang terbaik dari hasil pelatihan berkesempatan mengikuti orientasi kerja (magang) ke beberapa perusahaan di Jepang.

Acara tersebut sekaligus menjadi momen Penyerahan Bantuan kepada 8.250 pekerja rentan dari Bank Maluku Malut yang diserahkan oleh Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno kepada Direktur Pengembangan Investasi BPJAMSOSTEK, Amran Nasution melalui Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan (GN Lingkaran).

Direktur Pengembangan Investasi BPJAMSOSTEK Amran Nasution mengatakan GN Lingkaran merupakan wadah untuk perseorangan atau perusahaan yang ingin berdonasi dengan tujuan membantu pekerja dengan penghasilan yang hanya cukup untuk membiayai kehidupan harian untuk mendapatkan perlindungan dari BPJAMSOSTEK.

Sebagaimana diketahui Bank Maluku Malut memberikan donasi melalui GN Lingkaran dengan total perlindungan kepada 12.000 pekerja rentan. Bantuan diperuntukkan bagi pekerja rentan di Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara.

“Kami ingin berperan dan mendukung menciptakan pekerja yang sejahtera melalu perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan yang diselenggarakan oleh BPJAMSOSTEK kepada para pekerja rentan yang ada di wilayah Maluku dan Maluku Utara,” ujar Direktur Utama Bank Maluku Malut Arief Burhanudin Waliulu.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan santunan kepada ahli waris Rico Helmy (Swiss Belhotel), ahli waris Abdul Gani Wardani (Sumber Cipta Multiniaga), dan ahli waris Ebe Angotasan (Apotik Aurania) dengan total nilai santunan senilai Rp123,61 juta.

“Kami mengapresiasi Pemerintah Provinsi Maluku dan Bank Maluku Malut yang pada hari ini telah menunjukkan komitmen dan dukungannya untuk memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat pekerja untuk meningkatkan taraf kesejahteraan bila terjadi risiko atas pekerjaan yang mereka lakukan dan semoga dengan ini bisa menjadikan jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi sebuah kebutuhan yang wajib untuk dimiliki oleh setiap pekerja,'' tutup Ilyas. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT