23 December 2019, 17:05 WIB

Stasiun Layang MRT Akan Ditambah Penahan Hujan


Tri Subarkah | Megapolitan

MI/SUMARYANTO BRONTO
 MI/SUMARYANTO BRONTO
Stasiun MRT Fatmawati

PIHAK pengelola Moda Raya Terpadu (MRT) mematikan akses eskalator di beberapa stasiun saat hujan deras yang mengguyur Jakarta, Minggu (22/12) sore. Setidaknya ada lima stasiun yang eskalatornya dimatikan, yakni Stasiun MRT Lebak Bulus Grab, Fatmawati, Haji Nawi, Blok A, dan Blok M BCA. Kelimanya merupakan stasiun layang.

Corporate Secretary PT MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin mengatakan pihaknya mematikan akses eskalator tersebut karena faktor cuaca. "Memang kemarin hujannya cenderung hujan badai, jadi lebih karena faktor angin sih," katanya saat dihubungi Media Indonesia, Senin (23/12).

Kamal menyebut upaya pihaknya mematikan eskalator untuk alasan keselamatan, seperti penumpukan penumpang. "Kan lebih besar kemungkinannya terpeleset di eskalator, kemudian yang terkahir dari sisi konsleting," katanya.

Menurut Kamal, stasiun layang MRT sudah didisain secara khusus untuk mengantisipasi saat hujan mencapai kemiringan 37 derajat. Saat ini, pihaknya sedang melakukan kajian untuk perkuatan stasiun layang.

"Apakah atapnya di-extend lagi, atau dari sampingnya, itu nanti kita kaji lagi. Tapi ini juga harus dilihat fungsi ke depan, jangan sampai jadi mubazir," ujar Kamal.

Sementara itu, untuk langkah jangka pendek pihaknya akan menambah panel-panel iklan di samping stasiun layang. Hal tersebut dilakukan guna meminimalisir kemungkinan air hujan masuk secara horizontal akibat hujan badai. (OL-4)

BERITA TERKAIT