23 December 2019, 13:00 WIB

AirNav Indonesia Siap Layani Angkutan Natal dan Tahun Baru 2020


mediaindonesia.com | Ekonomi

Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau yang lebih dikenal AirNav Indonesia siap melayani angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru). Dalam masa angkutan Natal dan Tahun Baru ini, AirNAv membentuk 39 posko yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Kami membentuk Posko Angkutan Nataru di 38 kantor cabang AirNav Indonesia dan satu Posko Monitoring di kantor pusat. Tiga puluh sembilan posko ini akan mendukung kelancaran layanan navigasi penerbangan selama angkutan Natal Tahun Baru yang berlangsung mulai 19 Desember 2019 sampai 6 Januari 2020. Tiga puluh sembilah posko ini juga terkoneksi dengan Kementerian Perhubungan dan seluruh stakeholder penerbangan guna kelancaran pelaporan data dan dinamika situasi terkini yang berkembang di lapangan," ujar Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto.

Dijelaskannya, puncak kepadatan menggunakan moda transportasi udara untuk keberangkatan diprediksi akan terjadi pada 21 dan 23 Desember 2019 serta untuk arus balik jatuh pada 5 Januari 2019. "Kami memprediksi total movement atau pergerakan take-off dan landing pada angkutan Nataru 2019/2020 akan meningkat 2,2% menjadi 91.565 pergerakan jika dibandingkan dengan periode Nataru 2018/2019 yang melayani 89.594 pergerakan," ungkapnya.

Novie menyampaikan, terdapat delapan kantor cabang AirNav Indonesia yang beroperasi 24 jam mengikuti jam operasional bandar udara, yaitu Jakarta, Halim, Batam, Medan, Surabaya, Denpasar, Makassar, dan Manado. Namun, mengantisipasi kepadatan yang mungkin terjadi pada angkutan Natal dan Tahun Baru ini, AirNav Indonesia siap untuk memperpanjang jam operasional di bandara-bandara yang tidak beroperasi selama 24 jam.

"Bila diperlukan, untuk bandara lain yang tidak beroperasi selama 24 jam, kami siap memperpanjang layanan navigasi penerbangan, baik dari sisi sumber daya manusia, peralatan navigasi penerbangan, maupun prosedur. Tentu hal ini akan kami koordinasikan dengan pihak pengelola bandara," tuturnnya.

AirNav Indonesia, lanjutnya, akan terus mempererat sinergi yang telah terjalin dengan baik dengan seluruh stakeholder penerbangan, termasuk Kementerian Perhubungan, pengelola bandara, maupun maskapai.

Dalam menunjang kelancaran angkutan Natal dan Tahun Baru, Novie memastikan peralatan navigasi penerbangan yang tersebar dari Sabang
sampai Merauke berada dalam keadaan baik dan beroperasi dengan normal. "Seluruh peralatan navigasi penerbangan kami, mulai communication, navigation, surveillance dan automation (CNS-A) yang menunjang layanan navigasi penerbangan saat ini kondisinya dalam keadaan baik. Kami juga telah menyiapkan beberapa layer contingency plan untuk keadaan-keadaan darurat dan abnormal," papar Novie.

Selain peralatan navigasi penerbangan, Novie menambahkan bahwa kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu instrumen strategis dalam mengelola layanan navigasi penerbangan pada periode Nataru tahun ini. 

"Kami menyiagakan 3.890 personel yang terdiri atas 2.030 personel air traffic controller, 1.182 personel teknik dan 678 personel support yang tersebar di seluruh cabang. Tantangan mereka cukup besar, mengingat keadaan cuaca pada periode Nataru tahun ini cukup dinamis karena memasuki musim hujan. Karena itu, kami menyiapkan personel layanan navigasi dengan baik dan penerapan standard operation procedure untuk memastikan kelancaran penerbangan," ujarnya.

Novie berpesan agar seluruh personel layanan navigasi penerbangan dapat bekerja semaksimal mungkin dalam memastikan keselamatan dan efisiensi penerbangan pada angkutan Nataru ini. "Kepada seluruh personel AirNav Indonesia yang bertugas, mari bersama-sama kita memberikan pengabdian terbaik dalam mengantarkan saudara-saudara kita yang merayakan Natal dan Tahun Baru. Mari kita bersama-sama berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik dalam merangkai konektivitas hingga ke seluruh pelosok Nusantara," pungkasnya. (USH/OL-10)

BERITA TERKAIT