23 December 2019, 09:21 WIB

Korban Tewas Erupsi Gunung White Island Bertambah


Antara | Internasional

AFP
 AFP
Tim pencari korban mendatangi Gunung White Island pascaerupsi. Total hingga kini ada 17 korban tewas dan dua orang hilang. 

ERUPSI Gunung White Island di Selandia Baru bertambah. Korban terakhir dilaporkan oleh Kepolisian Selandia Baru, tutup usia pada Minggu (22/12/2019) malam setelah menjalani perawatan di RS Middlemore.

"Polisi mengkonfirmasi bahwa seorang lagi meninggal di Rumah Sakit Middlemore minggu malam. Polisi menerima informasi tersebut sebelum pukul 11 malam waktu setempat," kata Wakil Komisaris Kepolisian John Tims melalui pernyataan.    

Polisi tidak memberitahu identitas maupun kewarganegaraan korban tersebut. Gunung api Whakaari/White Island yang terletak di Teluk Plenty di lepas pantai Pulau Utara, Selandia Baru meletus pada 9 Desember 2019 pukul 14.11 waktu Selandia Baru. Pada saat erupsi menyebabkan 16 orang dilaporkan tewas. Mayoritas korban tewas adalah warga negara Australia. Dengan adanya satu korban tewas maka total korban tewas sebanyak 17 orang.

Sedangkan dua orang lagi masih dalam pencarian. Mereka yang masih hilang bernama Winona Langford, warga Australia berusia 17 tahun dan seorang pemandu wisata Marshall-Inman, penduduk Selandia Baru berusia 40 tahun. Polisi menduga keduanya juga tewas dan diyakini jasadnya tersapu ke lautan. Polisi telah mengurangi intensitas pencarian korban erupsi Gunung White Island.

baca juga: PM Australia Dikritik soal Karhutla

Peristiwa itu juga menuai kritikan dari warga Selandia Baru. Mereka mengkritik pemerintah yang mengizinkan orang-orang berwisata di gunung yang masuk dalam daftar tujuan populer pelancong. Padahal gunung api itu cukup aktif. Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern berjanji pihaknya akan menyelidiki peristiwa erupsi yang menewaskan para wisatawan. Ia akan memberikan hukuman bagi mereka yang lalai terhadap keselamatan kerja dan berpotensi hukuman pidana maksimal lima tahun penjara. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT