23 December 2019, 09:20 WIB

Sri Mulyani Indrawati: Ibuku tidak Pernah Berhenti Belajar


Rifaldi Putra Irianto | Hiburan

MI/SUSANTO
 MI/SUSANTO
Sri Mulyani Indrawati

HARI Ibu yang diperingati tiap 22 Desember merupakan bentuk penghormatan pada peran seorang perempuan yang juga ibu dalam keluarga, bahkan dalam lingkungan sosialnya.

Kehangatan momen Hari Ibu pun turut meramaikan jagat media sosial, tak sedikit warganet yang mengunggah ucapan cinta dan kasih untuk ibunya melalui posting-an di media sosial.

Ucapan Hari Ibu juga datang dari akun media sosial Instagram resmi milik Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, 57. Dalam posting-an tersebut Sri Mulyani menuliskan puisi indah yang ditulisnya untuk mendiang ibunda tercinta, Prof Retno Sriningsih Satmoko, yang wafat pada Oktober 2008 lalu. “Ibuku melahirkan 10 anak dan membesarkan mereka penuh kasih sayang tak terhingga,” tulis Sri Mulyani dalam puisi di Instagram pribadinya, @smin­drawati, kemarin.

Dalam puisinya, perempuan kelahiran Bandar Lampung itu menuliskan bahwa sang Ibunda tak pernah berhenti belajar dan membaca, sambil mendidik anaknya serta murid-muridnya. “Ibuku tak pernah berhenti belajar dan membaca, sambil mendidik anaknya dan muridnya,” sebutnya.

Ia pun menilai sosok ibunya sebagai perempuan pekerja keras serta selalu menyebarkan energi kebaikan bagi sekelilingnya. Lika-liku kehidupan dihadapinya dengan tegar. “Ibuku pekerja keras, perempuan tegar, selalu penuh energi kebaikan, keikhlasan, dan totalitas,” sahut perempuan paling berpengaruh ke-23 di dunia versi Forbes 2008 itu.

Tak hanya menjadi sosok perempuan yang tangguh, di mata Sri Mulyani ibunya juga merupakan sosok yang selalu mengajarkan kekuat­an doa ialah bekal utama dalam hidup. “Terima kasih Ibu, engkau hadiah terindah dalam hidupku. Semoga Allah SWT memberikan tempat terindah di sisinya, Al Fatihah,” sebutnya.

Tak hanya mengunggah puisi untuk Ibunda tercinta, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga mengunggah foto berwarna hitam putih saat mereka berdua. Dalam foto tersebut terlihat Sri Mulyani tersenyum ke arah kamera memeluk erat Ibunda tercinta yang tengah duduk. “Selamat Hari Ibu untuk seluruh perempuan Indonesia,” tulisnya dalam akun Instagram pribadinya.

Setelah kurang lebih 17 jam diunggah, posting-an tersebut pun menuai sejumlah komentar warganet yang terharu dengan bukti cinta Sri Mulyani.  “Ibu Sri Mulyani selalu jadi panutan dan role model-ku. Selamat Hari Ibu, Bu Menteri,” tulis pemilik akun @niaa.mlina.

Pilih orang baik

Sri Mulyani merupakan anak ke-7 dari 10 bersaudara dari pasangan Prof Retno Sriningsih dan Prof Satmoko. Kedua orangtua Sri Mulyani ialah Guru Besar di Universitas Negeri Semarang.

Prof Retno wafat pada usia 77 tahun dan meninggalkan 25 cucu, 2 tahun setelah sang suami terlebih dahulu menghadap Ilahi. Dikutip dari laman bpkp.go.id, semasa hidupnya almarhumah memiliki motto hidup ‘Lebih baik jadi orang baik, daripada jadi orang jahat.’

Almarhumah aktif di dunia pendidikan dengan profesi terakhir Guru Besar Luar Biasa Unnes. Almarhumah juga menjadi Ketua Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana Unnes dan Anggota Senat Guru Besar IKIP Semarang sejak 1991.

Saat menghadiri acara Accenture International Woman’s Day pada Maret 2019, Sri Mulyani mengungkapkan sepenggal kisah mengenai sang ibu yang baru didapatnya dari sebuah media lokal. “Jadi, waktu dia kejar kariernya, anak 10 dan dia mau ambil Phd, commuting sekolah. Saya sudah SMA beliau disertasi, saya lulus sarjana dia selesai dokter. Waktu beliau Phd kan sudah bagus, saya belajar komputer dia belajar komputer.”

Ibunya, kata Sri, juga pernah diremehkan hanya karena perempuan. Kejadian waktu dia memasukkan penelitian dan lolos lalu diremehkan seorang pejabat. Menurut sang ibu, perempuan dan laki-laki itu seperti hak di sepatu kiri dan kanan, keduanya sama-sama penting.

Buah memang jatuh tak jauh dari pohonnya, seiring dengan banyaknya prestasi yang berhasil ditorehkan Sri Mulyani. Lewat tangan dinginnya, Sri Mulyani Indrawati mampu membawa Indonesia melewati krisis ekonomi di Asia Tenggara pada 2007-2010. Yang terbaru, Sri Mulyani didapuk sebagai salah satu dari 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia pada 2019 versi Forbes. (H-2)

BERITA TERKAIT