23 December 2019, 08:55 WIB

Kepadatan di Tol Layang Japek Lebih karena Euforia Sesaat


Van/Tri/E-1 | Ekonomi

MENTERI  Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan  adanya lonjakan pengguna jasa Tol  layang Jakarta-Cikampek (Japek) pada arus mudik kali ini sebagai euforia sesaat.

Hal itu terjadi karena masyarakat ingin mencoba tol yang baru diresmikan beberapa waktu lalu.

“Kalau kemarin terjadi ­ lonjakan, itu memang euforia atau ekspektasi menggunakan tol tinggi sekali dan bagus,” katanya dalam acara Kaledioskop Angkasa Pura II di Jakarta, kemarin.

Meskipun hal itu terjadi di luar perkiraan, Budi mengatakan semuanya dapat dengan sigap diatasi. Mulai upaya dengan mengurangi pengguna hingga pada pemberlakuan contraflow untuk memperlancar arus mudik Natal dan Tahun Baru 2020 kali ini.

Semua itu menjadi ba­han evaluasi pihaknya terkait penggunaan Tol Japek dan arus mudik secara keseluruhan.

Sebelumnya, sejumlah pengguna jalan mengeluhkan kepadatan yang terjadi di Tol Japek. Kepadatan terjadi akibat pertemuan arus antara kendaraan yang melintas dari Tol Japek Elevated dan kendaraan dari Tol Jakarta-Cikampek bawah.

Pihak Jasa Marga mencatat sebanyak 378.165 kendaraan meninggalkan Jakarta selama dua hari, yakni pada 20-21 Desember 2019.

Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga, Dwimawan Heru, menjelaskan, untuk ke arah timur, lalu lintas tercatat di dua gerbang tol, yakni Cikampek Utama dan Kalihurip Utama.

Pihaknya memprediksi masa ada 51% atau 119 ribu kendaraan yang akan melintasi GT Cikampek Utama hingga 24 Desember 2019. (Van/Tri/E-1)

BERITA TERKAIT