23 December 2019, 01:40 WIB

Pertamina Genjot Produksi Ladang Minyak di Luar Negeri


Van/RO/X-3 | Ekonomi

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
 ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu

PT Pertamina (persero) terus mengembangkan sektor hulu migas luar negeri untuk me­menuhi kebutuhan nasional yang meningkat.

Hal itu dikemukakan Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu ketika mengunjungi salah satu lapangan migas Menzel Lejmet North (MLN) di Aljazair. MLN merupakan satu dari 13 lapangan minyak luar negeri yang dikelola PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP).

“Lapangan migas MLN mempunyai arti strategis bagi Pertamina. Pertama, PIEP menjadi operator dalam pengelolaan lapangan itu. Kedua, PIEP memegang saham pengendali sebesar 70%, sedangkan perusahaan mi­gas Spanyol Repsol menguasai 30%. Ketiga, produk minyak dari lapangan MLN cocok dengan kilang yang dimiliki Indonesia sehingga seluruh produksi sekitar 25 ribu barel per hari dibawa ke Indonesia,” kata Dharmawan melalui keterangan resmi, Kamis (19/12).

Dia menjelaskannya, dengan kebutuhan minyak 1,5 juta barel per hari dan produksi hanya 735 ribu barel, tidak ada pilihan lain kecuali meningkatkan produksi.

“Sekarang Pertamina sudah investasi di 13 negara. Investasi tidak dilakukan sendiri, tetapi bekerja sama dengan perusahaan besar melalui participating interest,” lanjut Dharmawan.

Sejauh ini, hasil investasi di luar negeri menyumbangkan pasokan sekitar 100 ribu barel per hari. Khusus lapangan MLN, produksi rata-rata mencapai 19.000 barel per hari. Sejak 2017, Pertamina menambah investasi sebesar US$180 juta agar ladang minyak di Gurun Sahara ini bisa memberikan tambah­an produksi 2.500 barel per hari.

Pertamina juga mendapat banyak manfaat dengan mengakuisisi perusahaan Prancis, Maurel & Prom. Selain mempunyai kepanjangan tangan untuk melakukan eksplorasi di luar negeri, Pertamina belajar pengelolaan pengeboran minyak ramah lingkungan.

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu dan Direktur SDM Pertamina Koeshartanto, Jumat (20/12), melihat langsung operasi M&P di Coudas Nord, Bordeaux. Ladang minyak berkapasitas 500 barel per hari ini dikelola di tengah kawasan pohon pinus.

Presdir PT PIEP, Denie S Tampubolon, menyatakan di Coudas Nord pihaknya belajar pengeboran minyak tanpa mengganggu ling­­­kungan. “Tidak boleh ada satu tetes pun minyak tumpah ke tanah.” (Van/RO/X-3)

BERITA TERKAIT