23 December 2019, 00:20 WIB

Dukungan Mengalir untuk Indonesia


Despian Nurhidayat | Olahraga

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
 ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Ketua Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari.

RESPONS positif diberikan berbagai pihak kepada Indonesia sebagai dukungan untuk menyelenggarakan Olimpiade 2032. Hal tersebut disampaikan Ketua Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari yang optimistis Indonesia berpeluang besar terpilih menjadi tuan rumah ajang empat tahunan itu.

Jika dibandingkan dengan calon-calon lain, seperti Australia, Korea Selatan, dan Jerman, peluang besar terbuka bagi Indonesia karena akan menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang pertama kalinya menjadi penyelenggara Olimpiade.

“Kita sudah komunikasi langsung dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC), Asosiasi Komite Olimpiade Nasional (ANOC), juga Asosiasi Federasi Olimpiade Internasional (ASIOF). Semuanya memberikan respons positif, memberikan angin segar bahwa mereka lihat ini peluang dan potensi Olimpiade untuk pertama kalinya bisa dilaksanakan di Asia Tenggara,” kata Raja Sapta menjelaskan.

Dukungan tersebut disebutkan Raja Sapta didapat ketika dirinya mengunjungi kantor IOC pada 16-21 Desember kemarin. Dia mengatakan IOC lebih mengedepankan bahwa tuan rumah harus memiliki potensi pembangunan yang berkelanjutan dan mengedepankan manfaat pascapenyelenggaraan. Maksudnya, tuan rumah harus mampu menghadirkan manfaat dalam pembangunan arena dan juga mengedepankan prinsip ramah lingkungan.

Kesempatan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2032 juga memiliki titik terang karena sekarang proses pemilihan tuan rumah bukan lagi melalui beauty contest layaknya tahun-tahun sebelumnya. Untuk memanfaatkan peluang itu, Indonesia harus berbenah dan juga mempromosikan diri.

Rencananya, KOI akan mencoba mengadakan berbagai kejuaraan level dunia di Indonesia. Harapannya, kegiatan tersebut dapat menjadi ajang promosi bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. KOI menargetkan setidaknya pada 2023, Indonesia sudah siap menjadi tuan rumah sebelum keputusan tersebut ditentukan melalui Rapat Besar Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada 2024 atau ketika Olimpiade digelar di Prancis.

Lakukan pendekatan

Wakil Sekretaris Jenderal NOC Wijaya Noerhadi mengatakan Indonesia dalam rangka persiapan menjadi tuan rumah Olimpiade, akan lebih mengandalkan fasilitas yang sudah ada atau yang pernah dipakai saat Asian Games 2018. “Mereka (IOC) juga menekankan pembangunan lokal harus ada manfaat dengan Olimpiade itu sendiri,” kata Wijaya.

Terpisah, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Gatot S Dewa Broto mengatakan akan melakukan pendekatan dengan pemerintah seluruh dunia untuk menyukseskan pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2032. Dia mengatakan bahwa Kemenpora dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) telah melakukan pembagian tugas untuk hal tersebut.

“Kami (Kemenpora) lebih kepada government to government artinya kami akan lebih melakukan pendekatan kepada pemerintah seluruh dunia, dan KOI kepada Komite Olimpiade negara lain,” ungkapnya kepada Media Indonesia.

Namun, Gatot menegaskan walau Kemenpora juga melakukan pendekatan, suara tetaplah ada di tangan Komite Oimpiade setiap negara. Saat ini langkah pasti yang harus dilakukan Indonesia ialah meningkatkan kreativitas. (Ant/R-3)

BERITA TERKAIT