22 December 2019, 23:40 WIB

PM Australia Dikritik soal Karhutla


Melalusa Susthira K | Internasional

CPOIS Kelvin HOCKEY / AUSTRALIA DEPARTMENT OF DEFENCE / AFP
 CPOIS Kelvin HOCKEY / AUSTRALIA DEPARTMENT OF DEFENCE / AFP
Departemen Pertahanan Australia menunjukkan seorang awak pesawat memantau kebakaran Tianjara dari sebuah helikopter di Moreton, Australia.

PERDANA Menteri Australia Scott Morrison kemarin menyambangi petugas pemadam kebakaran Australia yang berjuang melawan krisis kebakaran hutan hebat.

Ia melakukan tur ke markas Dinas Pemadam Kebakaran New South Wales setelah memper­singkat liburannya ke Hawaii yang memicu kemarahan publik.

Ia menyambangi markas Dinas Pemadam Kebakaran NSW dengan para pemadam kebakarannya yang kelelahan setelah menantang maut mengatasi kobaran api selama berbulan-bulan yang kian memburuk.

Morrison yang sebelumnya telah menyampaikan permintaan maaf atas kunjungan berliburnya ke Hawaii di tengah krisis kembali menyatakan penyesalannya.

“Jika saya memiliki waktu lagi dan dengan mendapat kebaikan dari memahami situasi ke belakang, kita akan membuat keputusan yang berbeda,” ungkap Morrison.

Morrison, yang pekan ini berangkat liburan bersama keluarga di tengah rekor kebakaran hutan terburuk Australia, mendapat protes massa di jalan dan di media sosial dengan berbagai unggahan kemarahan dari warga Australia lewat tagar #WhereTheBloodyHellAreYa?

“Saya minta maaf. Ada pelajaran yang dipetik minggu ini,” ucap Morrison seraya menambahkan bahwa ia percaya sudah waktunya untuk meninggalkan kontroversi soal ketidakhadirannya di tengah masyarakat Australia yang dilanda krisis kebakaran hutan.

“Saya yakin, orang Australia berpikiran adil dan memahami bahwa ketika Anda membuat janji kepada anak-anak Anda, Anda berusaha menepatinya. Namun, sebagai perdana menteri, Anda memiliki tanggung jawab lain. Saya menerima itu. Saya menerima kritik itu,” tutur Morrison.

Morrison pun kembali mengakui adanya keterkaitan antara krisis kebakaran hutan di Australia yang besar dan perubahan iklim.

Namun, ia tetap tak mengindikasikan adanya perubahan dalam kebijakan pemerintah yang probatu bara.

Pada kesempatan itu, Morrison juga memberikan pujiannya kepada pemadam kebakaran sukarela, yang dalam 24 jam terakhir berjuang menghadapi kondisi kebakaran hutan Australia yang kian memburuk akibat gelombang panas, angin kencang, dan minimnya curah hujan.

Pasukan pemadam kebakaran Australia yang terdiri atas para sukarelawan telah kelelahan akibat intensitas dan lamanya musim kebakaran di Australia tahun ini.

Kerusakan bangunan

Para petugas hingga kemarin masih menghitung jumlah korban akibat kebakaran hutan dan mencoba menahan kobaran api besar di sekitar Sydney.

“Kami telah melihat kerusakan dan kehan­curan yang luas dilaporkan di sejumlah tempat kebakaran ini,” ujar Kepala Pemadam Kebakaran NSW, Shane Fitzsimmons.

“Kami memperkirakan ada korban lagi dengan estimasi kerugian properti yang rusak mencapai puluhan bangunan,” sambungnya.

Sebelumnya, bersamaan dengan Morrison yang tengah berlibur ke Hawaii, dua pemadam kebakaran sukarela dilaporkan tewas ketika sebuah pohon tumbang dan merusak truk mereka saat tengah bertempur melawan kobaran api di selatan Sydney.

Selain itu, ada 23 petugas pemadam kebakaran yang terluka, satu di antaranya menderita luka serius saat berupaya memadamkan kobaran api di negara bagian Australia Selatan. (AFP/X-11)

BERITA TERKAIT