22 December 2019, 20:16 WIB

Filipina Optimistis 1 WNI Bisa Dibebaskan dari Abu Sayyaf


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

Antara
 Antara
Salah satu korban sandera kelompok militan Abu Sayyaf Safaruddin (tengah) beberapa waktu lalu

MILITER Filipina, Minggu (22/12) pagi, menyelamatkan dua nelayan Indonesia yang telah diculik sejak September oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf di perairan Lahad Datu di Malaysia dekat perbatasan laut dengan Filipina Selatan.

Dua sandera Indonesia yang diselamatkan, Marahudin Lunani dan Samion Bin Maniue, termasuk di antara tiga nelayan Indonesia yang hilang yang ditangkap oleh orang-orang bersenjata bertopeng di kapal mereka pada 23 September.

“Seorang bandit Abu Sayyaf dan seorang tentara (Filipina) terbunuh dan seorang tentara lainnya terluka selama operasi penyelamatan sekitar pukul 05.00 waktu setempat pada hari Minggu di hutan-hutan Panamao, sebuah kota di provinsi Sulu,” kata Letnan Jenderal Cirilito Sobejana, komandan Angkatan Bersenjata Filipina Komando Mindanao Barat yang berbasis di Kota Zamboanga.

 

baca juga: Mahfud: Dua WNI yang Disandera Abu Sayyaf Berhasil Dibebaskan

 

Sobejana mengatakan pasukan terlibat bentrok dua kali dengan para penculik yang mengakibatkan terbunuhnya seorang anggota teroris Abu Sayyaf. Senapan serbu M16 yang dipasangi peluncur granat M203 ditemukan pada milisi yang tewas.

Menurut Sobejana, pihak mereka optimistis akan membebaskan seorang WNI lainnya, Muhammas Farhan, dalam waktu dekat.

Selain dari sisa korban penculikan WNI, militer mengatakan seorang Filipina disandera oleh Abu Sayyaf. (Xinhua/OL-8)

BERITA TERKAIT