22 December 2019, 18:21 WIB

Mahfud: Dua WNI yang Disandera Abu Sayyaf Berhasil Dibebaskan


Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum

Antara
 Antara
Mahfud MD

Menko Polhukam Mohammad Mahfud MD menyampaikan progres upaya pembebasan 3 orang WNI yang beberapa waktu lalu disandera kelompok Abu Sayyaf. Hari ini, Minggu (22/12), dua orang sandera sudah berhasil dibebaskan dan 1 lagi tengah proses pembebeasan.

"Ratas Polhukam tanggal 17/12/2019 menyepakati perburuan lebih intensif dan terukur untuk membebaskan 3 WNI yang disandera Abu Sayyaf di Philippina. Alhamdulillah, hari ini 2 dari 3 tersandera bisa dibebaskan. Ini berkat kerjasama Pemerintah Indonesia dan Philippina," kata Mahfud melalui akun twitternya @mohmahdusmd, Minggu (22/12).

 

Baca juga: Inas: Keluarnya Wiranto Tidak Berpengaruh Sama Sekali

 

Ditambahkan Mahfud, sandera yang berhasil dibebaskan adalah Saimun dan Maharuddin. Sementara satu orng lagi yaitu Muhammad Farhan masih dalam proaes pembebasan. "Satu lagi masih dibawa sembunyi dan lari oleh penyandera yaitu Farhan, kini sedang dalam pengejaran," lanjut Mahfud.

Mahfud menambahkan lagi dalam operasi pembebasan ini 2 orang penyandera dan satu prajurit Filipina tewas.

Diketahui dua bulan lalu, kelompok terafiliasi Abu Sayyaf menculik tiga nelayan Indonesia dari Lahad Datu, Sabah. Pihaknya juga menuntut uang tebusan senilai 30 juta peso Filipina, atau sekitar Rp 8,2 miliar untuk pembebasan mereka.

Permintaan mengenai tebusan tersebut diumumkan oleh salah satu korban WNI melalui rekaman video yang beredar di Facebook pada Sabtu 16 November 2019 lalu.

Ketiganya diidentifikasi sebagai Maharudin Lunani, 48, putranya Muhammad Farhan, 27, dan anggota kru Samiun Maneu, 27. Mereka diculik oleh orang-orang bersenjata dari kapal pukat nelayan yang terdaftar di Sandakan, perairan Tambisan. (OL-8)

BERITA TERKAIT