22 December 2019, 18:30 WIB

Indonesia Bersiap Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032


Despian Nurhidayat | Olahraga

MI/Ramdani
 MI/Ramdani
Pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Indonesia berniat jadi tuan rumah Olimpiade 2032.

SETELAH sukses menggelar Asian Games 2018, Indonesia berniat untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Olimpiade 2032. Hal itu ditegaskan Presiden NOC (Komite Olimpiade Indonesia) Raja Sapta Oktohari, saat ditemui di kantornya, di Senayan, Minggu (22/12).

Pada 16-21 Desember 2019, pria yang akrab disapa Okto ini telah mengunjungi kantor IOC (International Olympic Committe) di Lausanne, Swiss. Menurut dia, dalam kunjungan tersebut IOC telah merespon positif niat Indonesia. Bahkan, dia pun mengatakan ANOC (Association of National Olympic Committees) dan ASOIF (Association of Summer Olympic International Federations) telah memberikan dukungan kepada Indonesia untuk menggelar Olimpiade pertama di kawasan Asia Tenggara.

Menurut Okto, Indonesia memang sudah mengincar untuk menjadi tuan rumah Olimpiade setelah sukses menggelar ajang Asian Games 2018 silam. Hal ini, kata dia, juga tidak terlepas dari keinginan Presiden Joko Widodo yang secara langsung berkirim surat dengan Presiden IOC, Thomas Bach untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah pesta olahraga terbesar di dunia tersebut.

"Kita sudah diberikan tugas atau amanah ketika baru menjabat untuk menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2032. Presiden Jokowi bilang jemput ajang internasional agar dunia tahu kita bisa sukses mengadakan kejuaraan level internasional," ujarnya.

Hal yang kini perlu dilakukan oleh Indonesia, menurut Okto, ialah menanamkan pola pikir menuju Olimpiade atau yang disebut budaya Olimpiade. Maksudnya ialah Indonesia harus menyadari banyak negara yang telah bermetamorfosa pasca penyelenggaraan Olimpiade. "Seperti halnya Korea. Mereka terakhir jadi tuan rumah tahun 1988, atau Tiongkok terakhir jadi tuan rumah 2008.

Metamorfosa budaya negara itu meningkat pasca Olimpiade. Kami mengunjungi NOC Tiongkok dan kami belajar banyak budaya yang bisa diambil setelah Olimpiade. Masyarakat telah meninggalkan budaya negatif mereka," lanjutnya.

Kesempatan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2032 sebenarnya sudah memiliki titik terang. Di mana saat ini proses pemilihan tuan rumah bukan lagi melalui beuty contest layaknya tahun-tahun sebelumnya.

Okto mengatakan bahwa IOC lebih mengedepankan bahwa tuan rumah harus menunjukkan mereka memiliki potensi pembangunan yang berkelanjutan dan mengedepankan manfaat pasca penyelenggaraan. Maksudnya ialah tuan rumah harus mampu menghadirkan manfaat dalam pembangunan venue dan juga mengedepankan Eco Friendly (ramah lingkungan).

Untuk menuju tuan rumah Olimpiade 2032, Indonesia tentu perlu segera berbenah dan juga mempromosikan diri. Pasalnya, kata Okto, penentuan tuan rumah akan dilakukan selambat-lambatnya pada penyelenggaraan Olimpiade 2024 di Paris, Prancis.

Oleh karena itu, pada Olimpiade 2020 Tokyo, dia akan membuat dua tim yang memiliki dua fokus yang berbeda. Satu tim akan fokus pada prestasi atlet-atlet yang bertarung di ajang tersebut dan tim lainnya untuk mempromosikan Indonesia menuju tuan rumah Olimpiade 2032.

"Kami punya satu tujuan yang harus digarisbawahi oleh masyarakat bahwa kami ingin meningkatkan prestasi olahraga Indonesia yang lebih baik lagi. Bukan prestasi perorangan, kelompok, provinsi, atau pun lainnya. Sehingga kepentingannya harus seragam dan penggunaan dana akan berlangsung secara efektif," ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PB ISSI (Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sports Indonesia) tersebut. (A-1)

BERITA TERKAIT