22 December 2019, 14:46 WIB

UMKM Turut Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional


Lina Herlina | Nusantara

ANTARA FOTO/Dewi Fajriani
 ANTARA FOTO/Dewi Fajriani
Perajin gerabah dari Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, menyelesaikan pembuatan gerabah yang dibentuk menjadi vas bunga.

PERTUMBUHAN ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) masih terus berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Itu karena Pemprov Sulsel serius memperhatikan dan mempermudah akses keuangan, termasuk bagi penggiat Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Bahkan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Selatan pada 2019 ini, melaksanakan penelitian komoditas, produk, dan jenis usaha (KPJU) unggulan UMKM, dalam rangka mendorong pemerintah daerah mengembangkan UMKM di daerahnya, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

"Selain mendukung pertumbuhan ekonomi, juga perluasan lapangan kerja, dab peningkatan daya saing di semua kabupaten/kota di Sulsel," ungkap Bambang Kusmiarso, Kepala Perwakilan BI Sulawesi Selatan.

BI juga mencatan, 10 besar KPJU unggulan UMKM Sulsel, yaitu padi, penjualan beras, budidaya rumput laut, budidaya ikan bandeng, meubel, kopi bubuk, penggilingan padi, udang, toko kelontong, dan rumah makan campuran.

Dari 10 besar KPJU unggulan utama di Sulsel tersebut, setengah atau sebanyak 12 dari 24 kabupaten dan kota yang fokus pada padi, yaitu di Kabupaten Barru, Maros, Pinrang, Gowa, Takalar, Bulukumba, Bone, Soppeng, Wajo, Sidrap, Luwu dan Luwu Utara.

Bambang pun menyebutkan, jika pangsa kredit UMKM selalu konsisten di atas 20%, sesuai dengan ketentuan BI.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel, Malik Faisal menambahkan, jika saat ini, jumlah UMKM di Sulsel yang terdata mencapai 916.232 unit. Dari jumlah tersebut, 86 persen atau 797.081 unit diantaranya masih masuk dalam kategori usaha mikro.

UMKM di Sulsel, didominasi oleh sektor perdagangan. Sementara untuk sektor produksi, jumlahnya sebanyak 108.785 unit. “Khusus untuk UMKM yang bergerak di sektor makanan dan minuman, persentase jumlahnya berkisar 65 persen," ungkap Malik, Minggu (22/12). (LN/OL-09)

BERITA TERKAIT