22 December 2019, 14:36 WIB

Inas: Keluarnya Wiranto Tidak Berpengaruh Sama Sekali


M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum

Antara
 Antara
 Mantan Menteri Koordinator Bidang Polhukam Wiranto telah mundur dari kepengurusan Partai Hanura.

KETUA DPP Partai Hanura kubu Oesman Sapta Odang (OSO) Inas Nasrullah Zubir menganggap mundurnya pendiri Partai Hanura Wiranto dari kursi kepengurusan partai tidak berpengaruh terhadap partai Hanura.

"Keluarnya beberapa orang seperti Wiranto itu tidak berpengaruh sama sekali. Justru yang berpengaruh pada 2018 yang mengakibatkan Hanura tidak lolos ke Senayan, itu benar," kata Inas saat dihubungi, Minggu (22/12).

Menurut Inas, pecahnya Hanura sudah selesai, karena terbelahnya partai tersebut sudah terjadi pada 2018. Sedangkan, dualisme yang terjadi bukan hal yang besar seperti tahun lalu.

"Sedangkan kemarin bukan pecah, hanya beberapa orang yang ingin dihargai oleh Hanura namun tidak ternyata tidak bisa dihargai," ungkapnya.

"Karena mereka sudah banyak yang pindah Partai. Bahkan Syarifuddin Sudding sendiri merupakan anggota dari PAN, ada juga yang ke PPP, dan PDI Perjuangan sudah tercerai berai. Hanya beberapa orang saja yang bertahan seperti Wiranto. Tapi kita lihat pasukannya sudah tercerai berai," tambahnya.

Dirinya juga menuturkan bahwa saat ini kondisi dari partai Hanura dalam kondisi yang kondusif dan menganggap yabg terjadi kemarin tidak perlu lagi dibesarkan.

"Kondisi sudah kondusif karena selama ini memang Wiranto tidak ada didalam (Partai) termasuk orang-orang mereka, kan sudah tercerai berai," tandasnya.

Sebelumnya, Mantan Menteri Koordinator Bidang Polhukam Wiranto mundur dari kepengurusan Partai Hanura namun tidak mundur sebagai kader. Inas berharap jika Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu masih menjadi kader partai untuk mematuhi AD/ART.

"Tinggal mereka kita hargai saja masih di partai Hanura tapi memang tidak mau dihargai ya sudah. Kita keluarkan juga apa artinya. Wiranto mundur dari kepengurusan partai, tapi tidak mundur sebagai kader. Terserah, kalau masih mau jadi kader tapi harus mematuhi AD/ART," jelasnya.

Wiranto menyatakan mundur dari jabatan Ketua Dewan Pembina Partai Hanura. Ia beralasan ingin fokus pada tugas barunya sebagai Ketua Wantimpres. (Iam/OL-09)

BERITA TERKAIT