22 December 2019, 13:20 WIB

Riau Tetapkan Status Siaga Darurat Banjir


Rudi Kurniawansyah | Nusantara

Antara
 Antara
Pemilik warung kopi memindahkan peralatan dapur yang terendam banjir ke tempat yang lebih tinggi ketika terjadi banjir luapan Sungai Kampar.

PEMERINTAH Provinsi Riau akhirnya menetapkan status siaga darurat banjir dan longsor terkait sudah enam kabupaten yang saat ini tengah dilanda banjir. Jumlah korban terdampak mencapai 62 ribu jiwa. Status siaga darurat banjir berlaku selama 11 hari terhitung sejak 20 hingga 31 Desember 2019.

"Dengan pemberlakuan status siaga banjir tersebut maka pemerintah pusat dalam hal ini BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) bersama seluruh instansi terkait bisa membantu bekerjasama menanggulangi dampak banjir yang diprediksi akan terus meningkat. Seiring tingginya curah hujan hingga akhir Desember nanti," kata Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Yan Prana Jaya Indra Rasyid di Pekanbaru, Minggu (22/12/2019).

Yan menjelaskan, banjir Riau sejauh ini sudah merendam enam kabupaten yaitu Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Pelalawan, Kuantan Singingi, dan Indragiri Hulu. Sebanyak empat kabupaten di antaranya yakni Rokan Hulu, Kampar, Pelalawan, dan Indragiri Hulu telah duluan menetapkan status siaga darurat banjir. Karena itu, Pemprov Riau dapat menetapkan status serupa dengan terlebih dahulu melakukan kajian dan analisa potensi banjir.

"Banjir di Riau terjadi karena perusakan dan penggundulan hutan di bagian hulu. Sehingga tingginya curah hujan tidak tertahan sehingga menyebabkan sungai meluap. Selain itu juga dampak pembukaan pintu pelimpahan air waduk PLTA Koto Panjang di Sungai Kampar," jelasnya.

Yan berharap dengan penetapan status siaga darurat banjir dan longsor dapat membantu upaya penanggulangan dampak banjir. Terutama bantuan anggaran dari dana kedaruratan BNPB yang telah bisa digunakan untuk penanggulangan di daerah terdampak tersebut.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger mengatakan pihaknya bersama tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan sudah mendirikan posko darurat dan evakuasi pengungsian untuk korban banjir. Selain itu, kegiatan distribusi bantuan juga terus dilakukan kepada korban.

baca juga: Gerakan Literasi masih Diperlukan di Era Milenial

"Kami terus melakukan koordinasi dengan BPBD daerah setempat terkait perkembangan terakhir warga korban banjir. Banjir ini sendiri bersifat fluktuatif dimana sebagian sudah mulai surut dan sebagian lagi masih tergenang," jelasnya.

Berdasarkan data BPBD Riau, sejauh ini banjir telah melanda 216 desa di enam kabupaten. Sebanyak 25.133 keluarga atau sekitar 62.630 jiwa terdampak banjir.(OL-3)

 

BERITA TERKAIT