22 December 2019, 12:55 WIB

Gerakan Literasi masih Diperlukan di Era Milenial


Supardji Rasban | Nusantara

MI/Supardji Rasban
 MI/Supardji Rasban
Pegiat literasi nasional Maman Suherman saat memaparkan pentingnya literasi di era digital di Tegal, Sabtu (21/12/2019).

PEGIAT literasi nasional Maman Suherman mendukung gerakan literasi di Kota Tegal, Jawa Tengah. Gerakan literasi diperlukan terutama bagi generasi muda atau milenial untuk menghadapi tantangan jaman yang kian kompleks. Hal itu disampaikan Kang Maman, sapaan Maman Suherman saat menjadi nara sumber dalam seminar Pendidikan Gerakan Tegal Membaca yang digelar di Ruang Paripurna Gedung DPRD Kota Tegal, Sabtu (21/12).
     
"Kalau boleh saya mengusulkan perpustakaan di Kota Tegal mempunyai pojok baca untuk orang orang berkebutuhan khusus seperti menyediakan buku-buku braile," ujar Kang Maman.
     
Wakil Walikota Tegal Muhamad Jumadi menuturkan menggerakkan minat baca bagi warga Kota Tegal tidak dapat dilaksanakan sendiri oleh Pemerintah Kota Tegal. Perlu adanya kerjasama Pemkot Tegal dengan Taman Baca Masyarakat (TBM) untuk meningkatkan gerakan literasi, utamanya literasi digital.
     
"Saya mengajak seluruh masyarakat Kota Tegal rajin membaca buku untuk meningkatkan daya pikir dan kecerdasan sekaligus mempersiapkan generasi muda menjadi lebih baik sehinga Kota Tegal semakin maju, masyarakat semakin cerdas dan sejahtera," ajak Jumadi.
     
Menurut wakil Walikota Tegal semua unsur mulai dari masyarakat, wakil
rakyat, tim penggerak PKK, unsur penggiat literasi, swasta, serta seluruh komponen masyarakat, harus bersinergi, bersama-sama sengkuyung memperbaiki budaya membaca bangsa Indonesia yang masih rendah.
     
"Saya mengapresiasi kegiatan ini yang membuktikan bahwa wakil rakyat kita juga sangat peduli dengan dunia pendidikan. Utamanya dalam upaya menggerakkan minat baca warga Kota Tegal," ucap Jumadi dalam seminar yang domoderatori Budayawan Pantura Atmo Tan Sidik itu..
     
Menurut Jumadi bukti lainnya yakni ruang rapat paripurna DPRD Kota Tegal juga pernah digunakan sebagai tempat launching novel karya seorang PNS Pemkot Tegal, Firman Hadi, yang berjudul Menjemput Takdir dan dibedah langsung oleh novelis terkenal Ahmad Tohari.

"Itu sangat bagus," ucapnya.
     
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudaayaan Kota Tegal, Johardi yang juga hadir menyampaikan seminar Pendidikan Gerakan Tegal Membaca bisa mendorong untuk meningkatkan budaya baca, memberdayakan pojok baca.

"Juga sekaligus bisa mengembangkan penulis muda untuk berkarya, mengimplementasikan literasi dasar yaitu menulis, membaca dan
kewarganegaraan kepada masyarakat," terang Johardi.

baca juga: PKBM Harus Bisa Dongkrak Kualitas SDM di Cianjur
     
Duta Baca Kota Tegal Dyah Probondari, mengajak semua pihak bersinergi mewujudkan Gerakan Tegal Membaca. Bersinergi mulai tingkat kelurahan, kecamatan hingga tingkat kota.
     
"Gerakan Tegal Membaca konsisten melaksanana sejak 2017 lalu. Mulai dari pawai literasi, bedah literasi, dan seminar," tutur Dyah. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT