22 December 2019, 12:49 WIB

PKBM Harus Bisa Dongkrak Kualitas SDM di Cianjur


Benny Bastiandy | Nusantara

MI/Benny Bastiandy
 MI/Benny Bastiandy
 Aktivitas PKBM Nurul Fata di Kampung Babakan RT 01/03, Desa Maleber, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat

KEBERADAAN Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) diharapkan bisa ikut mendongkrak akselerasi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang notabene masih stagnan. Pasalnya, PKBM banyak menampung masyarakat yang mengalami putus sekolah alias drop out.

Seperti di PKBM Nurul Fata di Kampung Babakan RT 01/03, Desa Maleber, Kecamatan Karangtengah. Sejak didirikan pada 2014, PKBM Nurul Fata sekarang sudah terakreditasi dengan nilai B.

"Sekarang jumlah anak didik sebanyak 1.300 siswa terdiri dari siswa Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA. Sedangkan jumlah tutornya sebanyak 35 orang," kata Kepala PKBM Nurul Fata, Deni Abdul Kholik, Minggu (22/12/2019).

Selain membuka PKBM di induk atau pusat, tutur Deni, pihaknya juga membuat kelompok belajar di masing-masing desa. Saat ini terdapat enam kelompok belajar di masing-masing desa. Mereka belajar balai desa, aula pondok pesantren, maupun di kantor lembaga nonpemerintah.

"Sejak berdiri hampir 5 tahun terakhir, alhamdulillah banyak masyarakat
putus sekolah yang mendaftarkan diri ke PKBM Nurul Fata. Keberadaan kami semata-mata untuk membantu meningkatkan IPM Kabupaten Cianjur," ungkapnya.

Selain menyediakan program kesetaraan pendidikan, tutur Deni, PKBM Nurul Fata juga menyiapkan program Pendidikan Kecakapan Wirausaha. Saat ini terdapat 20 orang warga yang mengikuti PKW.

"Kami mengajarkan keterampilan program komputer," tegasnya.

PKBM Nurul Fata akan melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) bagi siswa Paket B dan C tahun depan. Jumlah siswa yang mengikutinya sebanyak 540 orang.

"UNBK insyaallah dilaksanakan pada April dan Mei 2020," tandasnya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur bakal memperbanyak PKBM di setiap pondok pesantren dan desa. Alasannya didasari pertimbangan jumlah masyarakat yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP dan SMA cukup banyak. Hasil pendataan yang dilakukan Badan Pusat Statistik, jumlah masyarakat Cianjur yang putus sekolah di kisaran 23 ribu jiwa.

"Kami meyakini, dengan semakin banyaknya PKBM di setiap pesantren dan desa, maka akan mendongrak indeks pendidikan yang dampaknya IPM Kabupaten Cianjur juga naik," terang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, Oting Zaenal Muttaqien.

Hingga saat ini jumlah PKBM di Kabupaten Cianjur terdata sebanyak 50 unit. Sebanyak 12 unit PKBM di antaranya sudah terakreditasi.

baca juga: Kewaspadaan Karhutla Dilakukan Lebih Awal

"PKBM yang sudah terakreditasi akan kami berikan bantuan masing-masing sebesar Rp100 juta. Tahun depan, target menambah PKBM di pesantren dan desa mudah-mudahan terealisasi. Nanti kami akan kumpulkan dulu semua pimpinan pondok pesantren untuk mematangkan rencana ini," pungkasnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT