22 December 2019, 08:15 WIB

RSCM Terus Ciptakan Inovasi Kesehatan untuk Masyarakat


Ata/E-3 | Humaniora

MI/ANDRI WIDIYANTO
 MI/ANDRI WIDIYANTO
HUT KE-100 RSCM: Anak-anak didampingi orangtua menerima hadiah seusai mengikuti lomba melukis

RUMAH Sakit Dr Cipto Mangun­kusumo (RSCM) genap berusia 100 tahun pada 19 November 2019 lalu. Selama satu abad berkiprah, RSCM telah memain­kan banyak peran penting bagi dunia kesehatan di Indonesia.

“Selama 100 tahun berkiprah, RSCM telah memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan pendidikan kedokteran umum dan spesialis. Penelitian kami sudah menghasilkan 167 pelayanan subspesialisasi dan sudah tersebar di rumah sakit lain. Kami juga melakukan penelitian untuk memecahkan masalah-masalah kesehatan,” kata Direktur Utama RSCM dr Lies Dina Liastuti SpJP(K) pada perayaan ulang tahun RSCM yang meng­angkat tema Mengukir karya meraih prestasi di Jakarta, kemarin.

Lies menuturkan bukanlah kerja mudah bagi RSCM untuk mempertahankan kinerja selama 100 tahun. Namun, dengan dedikasi penuh, RSCM memiliki banyak capaian gemilang, seperti 24 departemen medik yang terdiri atas 167 divisi, serta menghasilkan 500 dokter kompeten yang tersebar di banyak rumah sakit di Indonesia.

“Hal ini merupakan kekuatan yang luar biasa dalam membantu pemerintah untuk mengisi kebutuhan dokter spesialis. Diharapkan fungsi ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah,” ucapnya.

Ke depan, Lies menyatakan RSCM siap hadir untuk terus menciptakan inovasi baru dalam dunia kesehatan bagi masyarakat. Misalnya, kata dia, terapi sel punca, pengobatan ­robo­tik prostat, bayi tabung, penyakit dalam, radioterapi, dan mata. “Semua memberikan terobosan baru dan mutakhir. Ke depan kami akan terus berkolaborasi dan berinovasi di dunia kesehatan,” ujarnya.

Tonggak awal perkembangan RSCM dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Indonesia dimulai pada 19 November 1919 dengan berdirinya Centrale Burgelijke Ziekenhuis (CBZ) dan bersatu dengan STOVIA.

Pada 1942, CBZ dijadikan rumah sakit perguruan tinggi. Sejak saat itu RSCM semakin menunjukkan eksistensinya dalam menyelenggarakan pendidikan kedokteran dan memberikan pelayanan kesehatan berbasis kedokteran spesialistik bagi masyarakat Indonesia.

Perjalanan keberhasilan tim medis RSCM pertama kali ditorehkan pada 1970, yaitu dengan melakukan pemasangan alat angiografi pertama. Pada 1977, dilakukan operasi penggantian katup jantung pertama di Indonesia.

Disusul 10 tahun kemudian, yakni  pada 1987, tim medis RSCM yang dipimpin Prof Padmosan­tjojo berhasil melakukan operasi pemisah­an kembar siam. Pada 2010, RSCM berhasil melakukan transplantasi hati pada pasien dewasa.

Saat memasuki usianya yang ke-100, RSCM unggul dalam pelayanan dan sudah teruji kualitasnya dengan terakreditasi JCI selama tiga periode berturut-turut.

Hingga saat ini, RSCM dilengkapi dengan berbagai fasilitas kesehatan yang canggih dan mendukung proses pendidikan dan pelatihan. (Ata/E-3)

BERITA TERKAIT