22 December 2019, 07:40 WIB

Puncak Arus Mudik telah Berlalu


Hld/Tri/JI/X-7 | Mudik

ANTARA FOTO/Paramayuda/foc/18
 ANTARA FOTO/Paramayuda/foc/18
Ilustrasi -- Sejumlah kendaraan melintas saat diberlakukan "Contra Flow" di jalan tol Cikampek-Jakarta arah Jakarta Selasa (19/6) malam.

MESKI puncak arus mudik Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 diperkirakan terjadi kemarin, petugas tetap melakukan skema contraflow (lawan arah), one way (satu arah), atau pengalihan arus, bila hari ini kembali terjadi lonjakan kendaraan di Tol Layang (Elevated) Jakarta-Cikampek (Japek) II atau Tol Japek bawah.

“Untuk pemilihan skema ditentukan oleh kepolisian sebagai leading sector di lapangan. Kepolisian yang memegang kendali untuk pengambilan skema di lapangan sesuai dengan situasi yang terjadi,” ujar Kepala Humas Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Pitra Setiawan saat dihubungi kemarin malam.

Namun, ia memprediksi jumlah kendaraan yang akan melintasi Tol Jakarta-Cikampek akan menurun. Menurutnya, kepadatan kendaraan saat Natal sifatnya situasional.

“Kami telah mengantisipasi, terutama di Tol Elevated Japek II sejak pagi melalui skenario one way. Hasilnya sejak pagi hingga siang lancar meski padat. Lantas pada pukul 08.20 WIB rekayasa lalin contraflow diberlakukan,” tambahnya.

Sementara itu, Customer and Employee Relations Assistant Manager PT Jasa Marga, Panji Satriya, mengatakan jalur tol layang Japek sempat dialihkan ke Japek bawah karena adanya mobil mogok di Km 22-23 Tol Elevated Japek.

Untuk mengurai kepadatan lalin itu, rekayasa lalin contraflow diperpanjang mulai dari Km 47 hingga Km 61.

Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Istiono mengatakan kebijakan pelaksanaan one way mulai dari Tol Cikampek Utama, Jawa Barat, hingga Tol Kalikangkung Semarang, Jawa Tengah, kemarin dipersingkat hanya sampai pukul 14.00.

“Lebih awal dari rencana semula yang dari pukul 06.00 sampai 18.00. karena arus lalu lintas di ruas tol itu sudah berjalan lancar,” ujarnya seusai mendengarkan paparan terkait pengamanan operasi lilin libur Natal dan Tahun Baru, di pos polisi Tol Brebes Timur, Jawa Tengah.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji selama Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 terpenuhi. Pertamina telah mengan­tisipasi kenaikan permintaan BBM sebesar 5% dan elpiji sebesar 3% jika dibandingkan dengan tahun lalu. (Hld/Tri/JI/X-7)

BERITA TERKAIT