22 December 2019, 07:30 WIB

Pohon Natal Sederhana Simbol Kesetaraan


Tri/J-2 | Humaniora

ADA yang berbeda di Jalan MH Thamrin pada penghujung Desember 2019. Sebuah pohon Natal setinggi 11 meter berdiri dengan cantik, tepatnya di Thamrin 10. Pohon itu disusun dari botol-botol bekas.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang hadir di lokasi menyebut setidaknya ada 8.000 botol bekas yang digunakan untuk menyusun pohon Natal itu. Menurutnya, pohon Natal ini menjadi pesan bahwa barang yang sudah tidak dipakai tidak berarti menjadi sampah.

“Namun, bahan yang sudah kita pakai bisa menjadi bahan baku untuk produk berikutnya,” kata Anies, Sabtu (21/12).

Lebih jauh, Anies juga mengatakan hadirnya pohon Natal di tengah Ibu Kota merupakan sebuah simbol bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan kesempatan yang setara kepada semua umat beragama.

Di malam hari, pohon Natal tersebut menjadi daya tarik bagi warga yang berkunjung. Pasalnya, lampu berbagai warna turut menyemarakkan keindahan pohon tersebut. Tidak heran banyak warga yang menjadikan pohon itu sebagai latar untuk berswafoto, misalnya Brian, 30.

Bagi Brian, kehadiran pohon Natal di Jakarta merasa dirinya sebagai umat kristiani lebih dihargai. “Jakarta menjadi lebih inklusif,” katanya.

Komisi Keuskupan Agung Jakarta Bidang Lingkungan Hidup Mona Windoe mengatakan pihaknya hanya diberi waktu satu minggu untuk mengerjakan pohon Natal tersebut.

“Kebetulan Yayasan Tarakanita ada di bawah naungan Keuskupan Agung Jakarta. Jadi, kita melibatkan adik-adik SD Tarakanita Jakarta. Kita bantu untuk membuat ini. Ada jemaat-jemaat juga ikut berpartisipasi,” terangnya.

Rohaniwan Antonius Benny Susetyo menyebut kehadiran pohon Natal di Thamrin 10 merupakan bentuk kehadiran Pemprov DKI untuk melaksanakan amanat UUD 1945 Pasal 29. “Daur ulang itu menyelamatkan bumi dari kerusakan lingkungan. Maka, Natal harus mampu menjaga pelestarian lingkungan. Natal harus identik dengan kesederhanaan, penyelamatan kehidupan, dan bagaimana mengelola limbah menjadi lebih produktif dan bermakna,” jelas Benny. (Tri/J-2)

BERITA TERKAIT