21 December 2019, 20:50 WIB

Pohon Natal Berbahan Daur Ulang di Tengah Kota Jakarta


Tri Subarkah | Megapolitan

MI/Pius Erlangga
 MI/Pius Erlangga
Petugas PPSU menata pohon Natal miniatur ondel-ondel yang terbuat dari botol bekas di Jakarta, Sabtu (21/12/2019). 

SEBUAH 'pohon Natal' berdiri di Jalan MH Thamrin 10. Pohon setinggi 11 meter itu disusun dari rangkaian botol bekas yang dibentuk menyerupai Ondel-ondel.

Gubernur Anies Baswedan yang hadir di lokasi menyebut setidaknya ada 8.000 botol bekas yang digunakan untuk menyusun pohon Natal tersebut. Menurutnya, pohon Natal ini menjadi pesan untuk semua warga bahwa barang yang sudah tidak dipakai tidak berarti menjadi sampah.

"Tapi bahan yang sudah kita pakai adalah bahan baku untuk produk berikutnya, dan inilah salah satu produk berikutnya," kata Anies, Sabtu (21/12).

Anies juga mengatakan hadirnya pohon Natal di tengah Ibu Kota merupakan sebuah simbol Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan kesempatan yang setara kepada semua umat beragama.

Di malam hari, pohon Natal tersebut menjadi daya tarik bagi warga yang berkunjung. Pasalnya, lampu berbagai warna turut menyemarakkan pohon tersebut. Tidak heran banyak warga yang menjadikan pohon itu sebagai latar untuk berswafoto, misalnya Brian, 30 dan Ghea, 30.

Bagi Brian, kehadiran pohon Natal di Jakarta membuat dirinya sebagai umat Kristiani lebih dihargai. "Jakarta jadi lebih inklusif," katanya. Ia berharap pohon Natal tersebut jadi pemantik Pemprov untuk merayakan hari raya agama lain.

Ghea menyebut pohon Natal di Thamrin 10 hanya sebuah simbol semata. "Pohon kan cuma simbol doang, tapi yang lebih penting itu bagaimana implementasi kerukunan di masyarakat," tandasnya.

Dini, 29, tidak canggung menikmati keanggunan pohon Natal tersebut. Perempuan berkerudung itu senang karena pohon Natal di Thamrin 10 memiliki ide yang unik. "Ini menunjukkan kalau kita harus cinta lingkungan," ujarnya.

Sebagai seorang muslim, Dini mendukung kehadiran pohon Natal itu. Kehadirannya ia sebut sebagai wujud dukungan antar umat beragama.

Komisi Keuskupan Agung Jakarta Bidang Lingkungan Hidup Mona Windoe mengatakan pihaknya hanya diberi waktu satu minggu untuk mengerjakan pohon natal tersebut.

"Karena waktunya cuma tujuh hari, kebetulan Yayasan Tarakanita ada di bawah naungan Keuskupan Agung Jakarta. Jadi, kita melibatkan adik-adik SD Tarakanita Jakarta, kita bantu untuk membuat ini. Ada jemaat juga yang ikut berpartisipasi," terangnya. (X-15)

Baca juga: Anies Buka Peluang Perayaan Keagamaan Lain Tahun Depan

Baca juga: Catat, Ini Ruas Jalan di Jakarta yang Ditutup saat Tahun Baru

BERITA TERKAIT