21 December 2019, 17:40 WIB

Menkes Terawan Dorong Rumah Sakit Kembangkan Jamu


Ardi Teristi Hardi | Humaniora

Antara
 Antara
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto

PENGGUNAAN jamu dan terapi tradisional untuk pengobatan harus dimulai di rumah sakit agar masyarakat percaya.

"Tinggal pengemasan agar (obat tradisional) bisa menasional dan mendunia,. Dengan rumah sakit mengemas pengobatan tradisional ini, kepercayaan masyarakat terhadap jamu-jamuan akan meningkat," kata Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di Yogyakarta, Sabtu (21/12).

Sehingga, masyarakat akan menggunakan obat-obatan tradisional yang ada di rumah sakit.

Menurut Terawan, pengobatan tradisional yang kita miliki sangat potensial,  tetapi belum dikemas dengan baik. Yang menjadi tantangan pengembangan  pengobatan tradisional adalah sikap kita sendiri yang meremehkannya.

Padahal, orang asing banyak yang membuka spa dan memanfaatkan nama jamu dalam terapinya.

Ada dua rumah sakit yang dinilai baik dalam pengembangan pengobatan tradisional, yaitu RSUP Sardjito dan RSUP Sanglah.

Ia mendorong rumah sakit lain bisa mengembangkan pengobatan tradisional. "Dengan berkembangnya tradisional, ketahanan kesehatan nasional juga akan  naik," kata dia.

Generasi milenial, lanjut dia, juga akan tertarik mengonsumsi jamu dengan kemasan yang menarik. Mereka cenderung mengonsumsi sesuatu yang mudah dimengerti, simpel, dan nyaman.

Ia mencontohkan, anak muda bisa ditantang untuk mengonsumsi kopi brotowali. Kopi brotowali pun dibuat sesuai tingkatan (grade) agar anak muda lebih tertantang.

Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan menyatakan, ada dua potensi wisata untuk pengobatan tradisional, yaitu medical tourism dan witness tourism. Pilot project program itu di Yogyakarta dan Bali. "Kami mengembangkan pengobatan tradisional sejak 2010, seperti akupuntur dan poly
herbal. Welcome drink kami pun dari jamu," terang dia.

Dokter-dokter di RSUP Sardjito, kata dia, banyak yang mendedikasikan diri untuk memadukan ilmu barat dengan pengobatan tradisional. Pengobatan tradisional yang diberikan, mulai dari terapi saraf hingga jamu untuk penyakit dalam.

Terkait harga, kata dia, tergantung kandungan herbal yang ada dalam jamu tersebut. Namun, harga obat herbal rata-rata lebih murah dibanding dengan obat kimia. (X-15)

Baca juga: Ini Tawaran Solusi Menkes Terawan terkait Defisit BPJS

Baca juga: Melirik kantin Sehat Kemenkes, Tempat Menkes Terawan Sarapan

Baca juga: Kemenkes Ambil Alih Izin Edar Obat

BERITA TERKAIT