21 December 2019, 17:30 WIB

Tidak Capai Target Turis, Bali Diyakini Tetap Destinasi Terbaik


Arnoldus Dhae | Nusantara

JUMLAH wisatawan asing ke Bali sepanjang 2019 masih belum mencapai target 6,5 juta orang. Hingga Oktober 2019, total kunjungan ke Bali sudah mencapai 6,2 juta wisatawan mancanegara. Artinya, masih kurang sekitar 300 ribu wisatawan.

Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) atau Asosiasi Perusahaan Perjalanan Bali Ketut Ardhana menjelaskan, target itu tidak bisa dipenuhi karena beberapa hal.

Pertama, dunia saat ini memang sedang dilanda kondisi ekonomi global yang belum benar-benar pulih. Kondisi ini bukan hanya terjadi di Indonesia saja melainkan hampir di semua negara yang mengandalkan devisa dari sektor pariwisata mengalami hal yang sama.

Kedua, situasi politik dalam negeri Indonesia yang kurang bersahabat. "Situasi politik dalam negeri kita kurang bersahabat. Kami sebagai garda terdepan tentu saja mendapatkan banyak pertanyaan dari para agen travel asing dan para tamu. Sejak proses suksesi pemilu presiden (pilpres) yang berlangsung begitu lama ikut memberikan andil menurunnya jumlah kunjungan wisata dan bukan hanya di Bali tetapi hampir seluruh destinasi di Indonesia," ujarnya di Kantor BI Denpasar.

Namun, Ardhana tetap optimistis jika Bali tetap menjadi destinasi terfavorit di dunia. Ia berharap dalam dua sampai tiga bulan terakhir, terutama Desember hingga liburan akhir tahun, Bali biasanya kelimpahan wisatawan.

"Kami masih optimistis target itu akan tercapai. Kalaupun tidak tercapai, tidak perlu takut. Sebab Bali masih menjadi destinasi favorit dunia. Berdasarkan pengalaman, biasanya tahun berikutnya akan memmbeludak atau melebihi target," ujarnya.

Ardhana optimistis pada 2020 prospek kunjungan pariwisata ke Bali akan meningkat tajam seiring dengan perbaikan ekonomi dunia, kestabilan politik dalam negeri, dan gencarnya promosi destinasi Bali ke berbagai pelosok dunia.

Humas Bali Tourism Board Gilda Sagrado mengakui target kunjungan belum bisa dilihat sebab untuk triwulan terakhir 2019 belum ada laporan kunjungan yang final.

Data hingga triwulan ketiga 2019, jumlah kunjungan sudah mencapai 5,2 juta orang. Walau belum ada laporan resmi namun terakhir sudah mencapai 6,2 juta orang. "Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, sudah terjadi peningkatan sebanyak 0,84% atau sejumlah 43 ribu orang. Jadi kita harus tetap optimistis bahwa target itu akan tercapai," ujarnya di Denpasar, Sabtu (21/12).

Menurutnya, data sementara pada triwulan terakhir menunjukkan negara penyumbang terbanyak adalah Tiongkok sebanyak 1,021 orang, Australia (1,017 orang), India (299.445 orang), Inggris (242.675 orang), Amerika Serikat (227.607 orang).

Sejumlah agenda promosi sudah dilakukan ke berbagai negara di dunia. Terakhir adalah digelarnya Table Top Agenda di Malaysia. Beberapa potensi kalender event pun sudah dipersiapkan dengan matang baik berskala regional, nasional dan internasional di Bali. Ada 5 kalender event berskala dunia yang akan digelar di Bali selama 2020 yang bisa mendatangkan banyak wisatawan. (X-15)

Baca juga: Bandara Ngurah Rai Tambah 367 Penerbangan

Baca juga: Tanah Longsor di Klungkung Tutup Akses Jalan

Baca juga: Cok Ace Minta Desa Adat Lestarikan Budaya Bali

BERITA TERKAIT