22 December 2019, 00:05 WIB

Cek V-Belt Motor Matic Sebelum Mudik, Cegah Putus di Jalan


M. Bagus Rachmanto | Otomotif

youtube
 youtube
Cek V-Belt Motor Matic Sebelum Mudik

MEMPERSIAPKAN  kondisi sepeda motor yang prima sebelum mudik, salah satu bagian dari bagian dari kegiatan safety riding. Di antaranya melakukan pengecekan berkala V-belt pada motor matic, yang punya fungsi dan cara kerja sama dengan rantai motor, yaitu untuk mengantarkan tenaga ke roda.
 
Maka dari itu penting melakukan pengecekan secara berkala pada komponen yang satu ini. Apalagi V-belt di motor matic posisinya tidak terlihat. Karena jika rusak bisa dibilang kategorinya sama ketika rantai motor putus.
 
"Putusnya V-belt dapat dipastikan kurangnya perhatian secara berkala terhadap komponen tersebut, termasuk komponen lainnya seperti roller-nya," ujar Yosi pemilik bengkel Bengbrand di bilangan, Bekasi Timur, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

V-belt yang putus membuat sepeda motor tidak dapat berjalan akibat roda belakang tidak dapat begerak. Karena V-belt berada di wilayah kerja CVT yang terpisah dengan mesin, maka kerusakannya tidak berefek pada mesin. Berikut tips dari Yosi agar skutic Anda tidak mengalami putus V-belt saat dalam perjalanan mudik.
 
Periksa secara berkala V-belt Anda untuk jarak kilometernya (usia pakai). Usia pakai V-belt yang ditentukan pabrikan sampai dengan 25 ribu kilometer, namun untuk lebih amannya periksa di jarak tempuh 20 ribu kilometer.
 
Pastikan odometer di motor Anda berfungsi karena itu sebagai acuan untuk jarak yang telah Anda tempuh untuk mengganti V-belt di kilometer berikutnya. Jika odometer Anda tidak berfungsi ada baiknya periksa kondisi V-belt tiga bulan sekali ke bengkel. Bila kondisi V-belt mengalami retak-retak sebaiknya segera diganti karena sudah tak layak pakai.
 
Yang juga perlu diperhatikan adalah menjaga tekanan angin ban. Jangan sampai bagian ini kekurangan angin. Terlebih saat membawa penumpang atau muatan di perjalanan mudik. Ban motor, baik tipe tubeless maupun tube type/ban dalam, harus dijaga tekanannya. Jika dibiarkan kekurangan angin dan digunakan dalam waktu lama, maka akan berakibat rusaknya komponen yang terbuat dari karet tersebut.
 
"Kalau ban yang masih menggunakan ban dalam, akan cepat rusak jika kekurangan angin. Ini akibat ban dalam yang kurang angin, termakan oleh ban luar atau terjepit. Mengisi angin ban jangan terlalu keras dan jangan sampai kurang, harus pas sesuai yang direkomendasikan pabrikan," jelas Yosi.
 
Dia pun menuturkan bahwa ban tubeless memang tidak akan mengalami kerusakan separah ban dalam. Namun jika ban kekurangan angin dalam waktu yang lama, maka angin akan keluar dari celah-celah ban dan pelek. Akibarnya ban menjadi kempes.
 
Umumnya mengatasi ban motor kempes karena bocor dilakukan dengan cara ditambal, namun perlu juga memperhatikan kondisi ban. Untuk tipe ban tubeless, jika tambalannya cukup banyak sebaiknya diakali menggunakan ban dalam di ban tubeless. Artinya fungsinya sebagai ban tubeless takkan berjalan lagi karena diperlakukan seperti tube type.
 
Sementara untuk tipe tube type, jika penambalannya sudah lebih dari tiga kali, maka dianjurkan untuk diganti dengan yang baru. Ini untuk mencegah ban kempes kembali, akibat kekuatan tambalan yang tidak optimal pada karet ban.  (Medcom/OL-12)

BERITA TERKAIT