21 December 2019, 10:48 WIB

Pemerintah Aceh Fokus Kembangkan Sektor Pariwisata


Ferdian Ananda Majni | Nusantara

 ANTARA/Ampelsa
  ANTARA/Ampelsa
Warga mengunjungi kafe terapung Pantai Lhokseudu, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.

SAAT ini dari 15 program unggulan yang tengah dikembangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh, salah satunya adalah pembangunan sektor pariwisata yang dipadukan dengan pengembangan usaha kreatif masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan peluang sektor pariwisata sangat menjanjikan, sebab ada banyak sekali daya tarik wisata yang dimiliki Aceh, baik itu wisata alam, wisata budaya, wisata buatan, cagar budaya, dan sebagainya.

"Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh mengidentifikasi, setidaknya ada 797 objek wisata serta 774 situs dan cagar budaya yang tersebar di 23 Kabupaten/kota di seluruh Aceh," kata Nova saat membuka kegiatan Forum Silaturahmi Aceh Meusapat II, di Aula Kantor Badan Penghubung Pemeritah Aceh, Jakarta Pusat, Sabtu, (21/12)

Dia menjelaskan, selain pariwisata, Aceh juga memiliki beragam seni budaya yang unik, seperti tarian, adat istiadat, sastra, seni lukis, maupun kegiatan spiritual yang begitu menarik bagi masyarakat dunia.

Semua keindahan itu, ujarnya, sangat mudah untuk dinikmati, karena aksesibilitas menuju tempat-tempat wisata di Aceh sangat mudah.

"Semua lokasi tujuan wisata itu dapat dikunjungi melalui jalur darat, laut, dan udara. Tersedia pula penerbangan internasional ke Aceh, seperti dari Penang, Kuala lumpur, dan juga Jeddah. Sekarang sedang dibahas rencana pembukaan jalur penerbangan baru dari Aceh ke India (Port Blair), serta rute Sabang–Phuket– Langkawi," sebut Nova.

Dengan semua kemudahan itu, kata Nova, maka tidak heran jika jumlah wisatawan yang berkunjung ke Aceh terus meningkat dari tahun ke tahun.

Pada 2018, misalnya,kunjungan wisatawan ke Aceh mencapai 2,5 juta orang atau naik sekitar 20% dari tahun sebelumnya. Untuk tahun 2019 ini, kunjungan itu diperkirakan mencapai 3 juta orang.

"Terpilihnya Aceh sebagai “World’s Best Halal Cultural Destination” kian mendorong kami untuk lebih bersemangat membenahi berbagai fasilitas wisata itu. Dengan demikian, wisata Aceh mampu meraih Peringkat terbaik pada Global Muslim Travel Index (GMTI) 2020," terangnya.

Berdasarkan data Aceh Dalam Angka, sektor pariwisata rata-rata setiap tahun telah mampu memberikan kontribusi berkisar 5 % kepada PDRB Aceh.

Jika dibanding dengan sektor usaha lainnya, memang kontribusi pariwisata ini masih berada pada urutan ke-8. Dengan meningkatnya perkembangan tersebut, Pemerintah Aceh yakin bahwa kontribusi sektor pariwisata bisa naik hingga ke posisi empat besar.

Karena itu, Pemprov Aceh optimistis bahwa sektor pariwisara bisa menjadi salah satu penyangga perekonomian Aceh di masa depan.

"Oleh sebab itu, upaya untuk pengembangan sektor pariwisata ini harus segera ditingkatkan. Selain terus melakukan promosi dan perbaikan di berbagai bidang, tentu saja kami juga siap belajar dari pengalaman berbagai daerah yang sudah berhasil dalam mengembangkan usaha pariwisata ini," jelas dia.

Belajar dari Bali, Lombok, dan Banyuwangi

Sektor pariwisata yang bagus, unik dan membawa dampak yang signifikan terhadap perekonomian masyarakat seperti di Bali, Lombok dan Banyuwangi menjadi motivasi untuk pemerintah Aceh terus membangun berbagai keperluan untuk mendukung pariwisata Aceh.

Misalnya, lanjut Nova, Pemerintah Aceh ingin juga belajar dari suksesnya pariwisata Bali, dan Lombok. Selain itu, Nova juga ingin belajar dari kisah sukses Kabupaten Banyuwangi yang telah mendapat penghargaan dari Badan Pariwisata PBB sebagai destinasi wisata yang mengalami perkembangan sangat pesat.

"Masukan dari para akademisi, pengelola usaha pariwisata dan para traveller juga sangat kami harapkan. Dengan demikian, upaya kita untuk mempopulerkan branding ‘The Light of Aceh’ atau ‘Cahaya Aceh’ dapat menuai hasil yang memuaskan," jelas dia.

Terakhir, Nova mengatakan Pemerintah Aceh akan bertekad menjadi salah satu daerah yang memberikan kontribusi dalam memajukan sektor wisata di Tanah Air.

"Situasi keamanan Aceh yang sangat kondusif, ditambah lagi maraknya berbagai atraksi budaya yang diselenggarakan masyarakat di berbagai daerah, membuat kami sangat percaya diri untuk membangun sektor pariwisata tersebut," pungkasnya. (Fer/OL-09)

BERITA TERKAIT