21 December 2019, 11:30 WIB

Kirab Budaya Purna Warsa Wujudkan Tri Karsa Budaya di Klaten


Djoko Sardjono | Nusantara

Mi/Djoko Sardjono
 Mi/Djoko Sardjono
Pawai Budaya Purna Warsa di Klaten

BERBAGAI upaya telah dilakukan Dewan Kesenian Klaten, Jawa Tengah, untuk mewujudkan Tri Karsa Budaya, yaitu meluhurkan, mengembangkan, dan melestarikan seni budaya daerah.

Hal itu karena keberadaan seni budaya bukan hanya mampu memberikan rasa keindahan, ketenteraman, dan kedamaian, tetapi juga sarat dengan pesan pendidikan moral dan budi pekerti.

Untuk mewujudkan Tri Karsa Budaya, Dewan Kesenian secara konsisten dan terprogram telah melaksanakan berbagai kegiatan, seperti festival, pergelaran, dan apresiasi seni budaya lainnya.

Salah satunya penyelenggaraan Kirab Budaya Purna Warsa, Jumat (20/12) malam di lapangan Desa Bawak, Kecamatan Cawas, Klaten. Dalam kirab budaya ini ditampilkan potensi seni tradisional.

Dalam kirab budaya tersebut, Dewan Kesenian Kecamatan Cawas menampilkan potensi seni budaya tradisional, antara lain wayang srawung, jatilan, gejog lesung, hadroh, dan tari sinden dingklik.

Baca juga : Rakornas kebudayaan Perkuat Upaya Pemajuan Kebudayaan

"Kirab budaya purna warsa ini searah dengan motto Dewan Kesenian Klaten, yaitu nguripke, ngurubke, dan ngirabke seni budaya daerah," kata Ketua Dewan Kesenian Kecamatan Cawas, Jimbling Supriyadi.

Kegiatan seni budaya tersebut juga amanah Perda No 2/2014 tentang pelestarian bahasa dan budaya Jawa, UU No 5/2017 tentang pemajuan kebudayaan, dan Perda No 13/2019 tentang pemajuan kesenian.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Wahyu Prasetyo mengapresiasi penyelenggaraan kirab budaya purna warsa 2019.

Kegiatan kirab budaya itu bukti, bahwa upaya pelestarian dan pengembangan budaya daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat yang dalam ini Dewan Kesenian.

Seni budaya, menurut Wahyu, bukan hanya mampu memberikan rasa keindahan, ketenteraman, kedamaian, dan hiburan, tetapi juga sarat dengan pesan pendidikan moral dan budi pekerti.

"Karena itu, upaya pelestarian dan pengembangan seni budaya tradisional perlu dilakukan secara konsisten dan terus menerus agar tidak terdesak budaya modern," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT