21 December 2019, 09:45 WIB

Rusia dan Tiongkok Veto Perpanjangan Bantuan ke Suriah


Ghani Nurcahyadi | Internasional

DUA anggota permanen Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Rusia dan Tiongkok menggunakan hak vetonya terhadap resolusi yang akan memperpanjang bantuan internasional ke 4 juta warga Suriah selama satu tahun.

Veto itu digunakan keduanya dalam sidang DK PBB pada Jumat (20/12) di markas PBB, New York, Amerika Serikat. Resolusi itu diinisasi oleh Jerman, Belgia, dan Kuwait.

Bantuan internasional selama ini mengalir ke Suriah tanpa persetujuan dari rezim berkuasa di Damaskus. Namun, periode bantuan itu akan berakhir pada 10 Januari 2020.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia menegaskan, resolusi terbaru itu sudah usang karena rezim Bashar Al Assad telah mendapatkan kontrol kembali terhadap sebagian besar wilayah Suriah.

Rusia merupakan aliansi kuat rezim Assad dan telah menggunakan 14 kali hak vetonya terhadap resolusi DK PBB yang diarahkan terhadap Suriah sejak perang sipil berkecamuk pada 2011.

Baca juga : PBB Soroti Nasib Warga Sipil Suriah

Duta Besar AS untuk PBB Kelly Craft mengaku terkejut dengan penggunaan hak veto Rusia dan Tiongkok. Bantuan internasional selama ini telah membantu 4 juta warga Suriah secara langsung dan memberikan dampak tak langsung pada 11 juta warga lainnya.

"Hari ini, kami mengambil langkah mundur dari sebuah kredibiltas yang penting. Saya sangat kecewa atas hasil rapat ini," kata Craft.

Wakil Duta Besar Prancis untuk PBB Ane Gueguen bahkan menyebut tindakan Rusia dan Tiongkok dalam veto tersebut sebagai tindakan tak bertanggung jawab.

Kegagalan resolusi itu dibayangi oleh puluhan ribu warga Suriah yang mengungsi dari wilayah di Barat Daya Suriah, Idlib karena gempuran bom dari loyalis Assad.

Sebelumnya, Rusia juga mengajukan draf resolusi perpanjangan bantuan kemanusiaan internasional sepanjang 6 bulan. Namun, bantuan itu harus disalurkan lewat dua lokasi di Turki.

Draf Rusia itu tidak mendapat dukungan minimal, yaitu 9 suara untuk menjadi resolusi DK PBB. Proposal Rusia ditolak AS, Prancis, Inggris, Polandia, Peru, dan Republik Dominika. Sementara Jerman, Belgia, Kuwait, dan Indonesia abstain.

"Kalau Anda peduli dengan Suriah, kenapa Anda tidak mendukung draf yang diajukan Rusia," ujar Duta Besar Tiongkok untuk PBB, Zhang Jun. (AFP/OL-7)

BERITA TERKAIT