21 December 2019, 09:10 WIB

Hanura Merugi di Pilkada 2020 jika Terus Berseteru


Putri Rosmalia Octaviyani | Politik dan Hukum

DUALISME di Partai Hanura kembali terjadi. Saat menjelang Pilkada 2020, dualisme di Hanura semakin mengemuka. Wiranto dituding Oesman Sap-ta Odang (OSO) telah mengkhianati Hanura. Sementara itu, Wiranto akhirnya memutuskan mengundurkan diri dari jabatan dewan pembina karena menolak dipilihnya OSO sebagai ketua umum.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengatakan perseteruan itu tidak seharusnya terus terjadi di Hanura, terutama menjelang momen pilkada. ''Ini akan merugikan Partai Hanura," ujar Adi.

Adi mengatakan Hanura seharusnya melakukan pembenahan internal partai. Konsolidasi dan evaluasi harus dilakukan, terutama karena Hanura telah gagal maju ke parlemen pada Pemilu Legislatif 2019.

Perpecahan dalam internal Hanura bisa berdampak semakin buruk bagi Hanura ke depan, khususnya pada momen Pilkada 2020 mendatang. ''Sudah tak ada lagi yang bisa diharapkan," ujar Adi.

Adi mengatakan Hanura harus lebih fokus memperbaiki internal dan citra partai. Dengan begitu, mereka akan kembali bisa meraih suara di Pilkada 2020. ''Kubu OSO dan Wiranto harus duduk bersama mencari jalan tengah.

Ia juga mengatakan bahwa seharusnya Hanura tidak melupakan peran Wiranto sebagai pendiri partai. Ia memprediksi langkah Hanura akan semakin berat tanpa kehadiran Wiranto.

Di sisi lain, OSO diduga ngambek ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ini tampak ketika Jokowi tak diundang pada Musyawarah Nasional (Munas) Hanura, Rabu (18/12). ''Dukungan 13 kursi kepada Jokowi di pilpres itu tidak dibalas apa-apa. Jokowi ini membuat Hanura marah," kata pengamat politik Ujang Komarudin.

Ujang berharap OSO memperbaiki komunikasi dengan Jokowi. Hanura bakal merugi. ''Marahnya harus dihilangkan. Kalau masih marah ke Jokowi,  (pemerintah) akan dekat ke Wiranto dan itu akan bahaya. Bisa saja pemerintah akan melegalkan hasil Munas Wiranto. Apalagi, dia punya kedekatan dengan Jokowi," kata Ujang.

Salah satu pendiri Partai Hanura, Wiranto, juga tak diundang. Wiranto menilai Munas Hanura kali ini di luar kelaziman. ''Munas kok saya enggak diundang, ini kan aneh," kata Wiranto.

Kubu Wiranto juga tidak melegalkan munas buatan OSO. Mereka menilai munas tak punya legitimasi. Munas III Partai Hanura selesai. OSO terpilih sebagai ketua umum periode 2019-2024 secara aklamasi. Munas Hanura juga memerintahkan DPP Hanura terpilih mengubah anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART). (Pro/P-1)

BERITA TERKAIT