20 December 2019, 17:20 WIB

Batam masih Menjadi Primadona Investasi


mediaindonesia.com | Nusantara

Istimewa
 Istimewa
Triniti Land dan Gradana menjalin kerja sama untuk mengembangkan proyek di Batam.

BATAM masih menjadi primadona investasi baik untuk industri manufaktur maupun pengelolaan sumber daya alam. Selain karena lokasinya yang strategis, pengembangan industri di pulau tersebut juga sangat pesat.

Lebih dari 60% investor di kota yang berada dalam provinsi Kepulauan Riau ini rata-rata berasal dari Tiongkok, Malaysia, dan Singapura. Sebanyak 20% dari Amerika dan Jepang sedangkan sisanya dari Indonesia.

Banyaknya perusahaan-perusahaan asing yang tertarik membuka pabrik dan kantor perwakilannya di Batam mendorong pertumbuhan ekonomi pulau tersebut tumbuh positif. Jumlah lapangan kerja yang terbuka semakin lebar dan mendorong meningkatnya daya beli masyarakat.

Hal ini dipertegas Presiden & CEO Triniti Land, Ishak Chandra. Menurut Ishak, dalam laporan Bank Indonesia, pada dua kuartal terakhir,  Property Index Growth Batam tumbuh paling tinggi di Indonesia. Ini mengindikasikan industri ini tumbuh cukup bergairah.

“Apalagi populasi di Batam cukup besar, hampir dua juta orang. Bagi kami yang bergerak di industri ini, tentu ini menjadi faktor penting karena adanya critical mass,” ungkapnya di Batam, Jumat (20/12).

Ishak menambahkan bahwa proyek yang dikembangkan Triniti Land di Batam, termasuk kota-kota lain, selalu mempunyai style dan konsep yang berbeda.

“Meski industri properti mengalami slow growth sejak 2015 sampai sekarang, namun produk kami tetap bisa diserap oleh pasar. Mengapa demikian? Karena produk yang kami tawarkan selalu unik dan berbeda,” tuturnya.

Keunggulan konsep boutique and stylish developments Triniti Land  tersebut menarik minat platform peer to peer lending (P2P) yang fokus pada properti, Gradana untuk bekerjasama menggarap potensi pasar di Batam.

Menurut Angela Oetama, co-founder Gradana, pertumbuhan kelas menengah juga turut mempengaruhi meningkatnya permintaan residensial  di pulau yang bertetangga dengan Singapura tersebut.

Selain warga lokal, para perantauan yang berasal dari daerah-daerah lain pun tertarik untuk memiliki hunian di Batam baik dengan cara membeli atau menyewa.

Terbukti banyak sekali pengembang-pengembang papan atas Indonesia yang berlomba-lomba membangun portofolionya di Batam, termasuk Triniti Land yang Januari 2020 ini akan go public di Bursa Efek Indonesia.

Saat ini, Gradana bekerja sama dengan Triniti Land yang sedang membangun proyek Marc’s Boulevard membantu calon konsumen yang ingin mencicil uang muka hingga 18 bulan serta mendapatkan kemudahan untuk melanjutkan KPR setelah uang muka selesai dicicil.

Gradana telah bekerjasama dengan BTN serta dalam proses finalisasi dengan beberapa bank lainnya untuk menyediakan fasilitas tersebut.

“Kami menawarkan GraDP bagi calon konsumen yang ingin membeli unit properti di Marc’s Boulevard. Dengan fasilitas ini, kami berharap masyarakat yang ingin membeli properti bisa lebih mudah," kata Angela.

"Dulu apabila ingin membeli properti harus menabung dan menyiapkan uang muka dulu. Namun sekarang ini, kenaikan harga properti dan kemampun orang untuk menabung tidak berimbang. Cicilan DP yang lebih panjang membuat properti lebih terjangkau,” ungkapnya.

Selain kerja sama dengan Triniti Land, Gradana pun juga akan menjalin kerja sama dengan agen-agen properti yang ada di Batam sebagai perpanjangan tangan layanan dari startup yang baru-baru ini memenangi ajang The Asia Entrepreneurship Training Program (AETP) dari pemerintah Swiss tersebut

“Selain GraDP, kita juga ada GraStrata dan GraSewa. Dua fitur layanan ini khusus untuk warga Batam yang ingin membeli  atau mau menyewa properti baik untuk kebutuhan residensial seperti rumah atau apartemen ataupun komersial seperti ruko, gudang dan kios. Untuk GraStrata dan GraSewa tidak perlu menyiapkan uang muka dan dapat dicicil secara bulanan,” papar Angela.

Mengingat Batam adalah kota industri dan Kawasan Ekonomi Khusus, tentu banyak permintaan sewa  di luar pembelian.

“Misalnya, ada orang yang memang berencana tidak untuk menetap selamanya di Batam. Mungkin karena faktor pekerjaan yang membuat mereka harus berdomisili di sana. Maka fasilitas layanan kami seperti GraSewa bisa menjadi solusi. Ditambah lagi tidak semua perusahaan menyiapkan tempat tinggal buat karyawan-karyawannya,” jelasnya.

Angela berharap bahwa kehadiran Gradana bisa membawa angin segar kepada pasar Batam baik dari segi penjualan, pembelian dan industri turunannya seperti mebel, vendor renovasi, dan bahan bangunan. (OL-09)

BERITA TERKAIT