20 December 2019, 22:24 WIB

Bulog Jateng Lakukan Optimalisasi


Haryanto Mega | Ekonomi

MENGANTISIPASI terjadinya kenaikan atau gejolak harga beras jelang hari Natal dan tahun baru (Nataru), Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah terus mengoptimalkan kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH).

''Bulog Jateng terus melaksanakan kegiatan KPSH beras medium secara masif di seluruh wilayah Jawa Tengah sepanjang tahun ini,'' kata Kabulog Jateng, Basirun,di Kendal, Jumat (20/12).

Menurutnya,realisasi pelaksanaan KPSH di Jawa Tengah per tanggal 19 Desember 2019 sebesar 43.064 ton, dengan rata-rata realisasi di bulan Desember ini sebanyak 500 ton per hari.

''Diperkirakan sampai dengan akhir Desember 2019 dan bulan Januari 2020 kebutuhan beras medium akan terus meningkat seiring dengan masa paceklikdan kebutuhan hari besar keagamaan nasional serta tahun baru 2020,'' tambah Basirun yang didampingi Ka Bulog Cabang Semarang, Muchson.

Dikatakan bahwa Bulog Jawa Tengah telah menyiapkan stoknya sebanyak 143.749 ton beras medium untuk kebutuhan KPSH. Stok tersebut belum termasuk stok Cabang Kedu dan Banyumas sebanyak 21.000 ton yang operasionalnya di bawah Kanwil Yogyakarta, dan stok yang dimiliki BULOG Jateng sangat mencukupi untuk kebutuhan operasional sampai enam bulan kedepan.

''Jadi kalau kami harus menggelontorkan stoknya 1.500 ton per hari tentu sangat siap, intinya masyarakat tidak perlu khawatir untuk ketersediaan stok beras di Jawa Tengah,'' lanjut Basirun.

Dari hasil pantauan, harga beras di beberapa pasar konsumen di Jawa Tengah selama Desember ini masih cukup stabil, tidak ada kenaikan. Untuk beras Premium rata-rata Rp11.563,-/Kg (HET Rp12.800,-/Kg), sedangkan beras Medium rata-rata Rp9.156,- per kg (HET Rp9.450,-/Kg).
 
Menurutnya, bila memperhatikan pola pergerakan harga beras tahunan biasanya menunjukkan ada trend kenaikan harga beras sampai akhir tahun dan awal tahun berikutnya. Hal ini kami antisipasi melalui kegiatan KPSH secara masif, sehingga kenaikan harga menuju akhir tahun 2019 dan awal tahun 2020 dapat dikendalikan secara baik. (OL-11)

 

BERITA TERKAIT