20 December 2019, 21:56 WIB

Persiapan Nataru, Kemenkes Cek Kesehatan Supir Bus


Atalya Puspa | Humaniora

Dok. Kemenkes
 Dok. Kemenkes
Petugas Kemenkes melakukan pemeriksaan terhadap supir bus di Terminal Kampung Rambutan

LIBUR Natal dan Tahun Baru kerap dimanfaatkan masyarakat Indonesia untuk berlibur atau mudik ke kampung halaman. Menjamin perjalanan itu lancar, Kementerian kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap supir bus di Terminl Kampung Rambutan.

Sebanyak 200 pengemudi bus mengikuti cek kesehatan tersebut. Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kemenkes Kartini Rustandi mengatakan hal tersebut dilakukan sebagai langkah promotif dan preventif untuk keselamatan pengemudi dan seluruh penumpang.

Pengecekan kesehatan dilakukan mengingat masalah kesehatan yang sering muncul di masyarakat Indonesia merupakan akibat dari perilaku hidup tidak sehat.

Dalam hal ini pengemudi bus terbiasa dengan merokok, hal tersebut yang harus diperhatikan oleh pengemudi sendiri. Apabila terjadi masalah kesehatan agar tidak memaksakan untuk mengemudi.

“Supir bus memiliki peran utama sebagai penentu keamanan dan keselamatan para penumpang. Karena itu Kementerian Kesehatan meminta kepada para pengemudi dimana pun untuk memeriksa kesehatan sebelum mengemudi,” kata Kartini, dalam keterangan resmi, Jumat (20/12).

Baca juga : 120 ribu Kendaraan Keluar Jakarta di Puncak Mudik Nataru

Cek kesehatan juga berlaku bagi penumpang, di Terminal Kampung Rambutan. Telah disediakan Pos Kesehatan yang siap melayani penumpang.

Selain itu, pihak Puskesmas Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur sudah melakukan pengecekan bahan makanan dan makanan jadi di Terminal Kampung Rambutan. Makanan yang sudah dikategorikan sehat ditempeli stiker di masing-masing kantin di wilayah Terminal Kampung Rambutan.

Di sisi lain, Kartini menegaskan, penumpang angkutan umum yang mengalami masalah kesehatan di perjalanan, bisa PSC 119 atau dibawa langsung ke Puskesmas terdekat. Puskesmas di jalur mudik tetap siaga melayani pasien.

Tak hanya cek kesehatan, pada saat itu juga Kementerian Kesehatan menggelar Bincang Sehat bersama seluruh pengemudi bus dan penumpang di Terminal Kampung Rambutan.

Topik yang dibahas seputar langkah antisipatif selama di perjalanan, seperti tidak makan makanan sembarangan, cuci tangan pakai sabun sebelum makan, dan istirahat cukup.

Baca juga : 4,7 Juta Kendaraan Keluar Jakarta pada Libur Nataru

Tak hanya bagi pengemudi bus, pengemudi sepeda motor pun tetap harus menjaga kesehatannya. Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Desentralisasi Kesehatan Pattiselanno Roberth Johan mengatakan pengendara sepeda motor harus memperhatikan kesehatan diri dan keluarga yang dibonceng.

“Kalau punya penyakit berisiko terjadi masalah di perjalanan kami tidak menganjurkan menggunakan sepeda motor, selain itu dianjurkan membawa obat yang diperlukan dan mudah dibawa,” katanya.

Kemenkes juga mengimbau juga meminta pengendara sepeda motor agar beristirahat setiap 2 jam dan pengendara mobil setiap 4 jam. (OL-7)

BERITA TERKAIT